JURNALNEWS.CO.ID – Utang jangka panjang adalah kewajiban sekarang yang timbul dari kegiatan atau transasksi yang lalu, yang jatuh temponya lebih dari setahun ditinjau dari tanggal neraca. Contohnya utang jangka panjang dari bank (berupa kredit investasi), utang obligasi, utang kepada induk perusahaan, utang sewa jangka panjang, utang pension, dan utang wesel jangka panjang.
Manfaat Utang Jangka Panjang
Sama seperti beberapa jenis utang pada umumnya, terdapat keuntungan atau manfaat dari adanya utang dengan tenor panjang bagi suatu perusahaan. Berikut ini penjelasan lengkapnya.
● Dapat Menggunakan Aset
Saat memiliki utang, perusahaan tetap dapat menggunakan aset untuk keperluan operasional sebagai jaminan. Hal ini akan menjadi keuntungan bagi perusahaan yang ingin mengambil utang tenor panjang, karena Anda tetap dapat mengembangkan kegiatan usaha dengan memanfaatkan aset jaminan.
● Bunga yang Lebih Rendah
Umumnya, utang tenor panjang mempunyai suku bunga tetap. Jika suku bunga naik, maka nilai aset yang menjadi jaminan akan mengikuti kenaikan dari suku bunga. Namun, apabila suku bunga turun, maka bunga utang tetap berada pada nilai dalam kesepakatan sebelumnya antara kedua belah pihak.
● Mengurangi Jumlah Pajak
Saat suatu perusahaan mengajukan pinjaman utang tenor panjang maka Ia harus menanggung kewajiban bunga utang dalam setiap tahunnya. Hal ini akan membuat keuntungan perusahaan berkurang, sehingga mengurangi jumlah beban pajak yang harus dilunasi oleh perusahaan.
Risiko Utang Jangka Panjang
Meskipun mempunyai beberapa manfaat, namun utang tenor panjang pun tidak lepas dari adanya risiko. Adapun bahaya risiko dari utang dalam jangka panjang yang akan ditanggung oleh perusahaan adalah sebagai berikut.
● Semakin lama batas waktu pelunasan utang, maka risiko yang akan ditanggung perusahaan juga semakin besar, bahkan kehilangan atas aset sebagai jaminan.
● Perusahaan dituntut untuk terus meningkatkan jumlah pendapatannya agar laba pun akan meningkat.
● Perusahaan harus selalu siap sedia atas kecukupan dana cukup yang akan dialokasikan untuk melunasi utang saat tiba waktu jatuh tempo.
● Akan berpengaruh terhadap nilai saham perusahaan yang menurun jika utang terlalu tinggi atau rendah. Pasalnya, utang tenor panjang merupakan tolak ukur kemampuan perusahaan dalam pengelolaan modal dan utang.
Itulah dia pembahasan mengenai utang jangka panjang. Pada dasarnya, utang jangka panjang bermanfaat bagi perusahaan jika mampu mengembangkannya dengan baik. Namun, akan menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan bijak.
Hutang jangka panjang adalah hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang
harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun. Dengan memperhatikan Babsebelumnya, terdapat perbedaan yang cukup jelas dengan hutang jangka pendek mengenai waktu pelunasan atau jatuh temponya.
Hutang jangka pendek jatuh temponya kurang dari satu tahun, sedangkan hutang jangka panjang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Hutang jangka panjang adalah hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang
harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun. Dengan memperhatikan Babsebelumnya, terdapat perbedaan yang cukup jelas dengan hutang jangka pendek mengenai waktu pelunasan atau jatuh temponya.
Hutang jangka pendek jatuh temponya kurang dari satu tahun, sedangkan hutang jangka panjang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Hutang jangka panjang adalah hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang
harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun. Dengan memperhatikan Babsebelumnya, terdapat perbedaan yang cukup jelas dengan hutang jangka pendek mengenai waktu pelunasan atau jatuh temponya.
Hutang jangka pendek jatuh temponya kurang dari satu tahun, sedangkan hutang jangka panjang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Hutang jangka panjang adalah hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang
harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun. Dengan memperhatikan Babsebelumnya, terdapat perbedaan yang cukup jelas dengan hutang jangka pendek mengenai waktu pelunasan atau jatuh temponya.
Hutang jangka pendek jatuh temponya kurang dari satu tahun, sedangkan hutang jangka panjang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Hutang jangka panjang adalah hutang perusahaan kepada pihak ketiga yang
harus dilunasi dalam waktu lebih dari satu tahun. Dengan memperhatikan Babsebelumnya, terdapat perbedaan yang cukup jelas dengan hutang jangka pendek mengenai waktu pelunasan atau jatuh temponya. Hutang jangka pendek jatuh temponya kurang dari satu
tahun, sedangkan hutang jangka panjang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Oleh: Akhmad Firdauz Maulana Wanritamto (202010170311314) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan