JURNALNEWS.CO.ID — Arema FC harus menerima kenyataan pahit setelah dipaksa pulang dengan kekalahan tipis 2-3 dari Persik Kediri dalam lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Joko Samudro, Minggu (3/5/2026), menyajikan duel sengit penuh drama hingga menit akhir.

Persik Kediri tampil lebih agresif sejak awal pertandingan. Tim tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil membuka keunggulan cepat pada menit ke-8 melalui Ernesto Gomez Munoz, memanfaatkan umpan matang dari Telmo Castanheira.

Keunggulan tersebut membuat Persik semakin percaya diri dalam mengendalikan permainan. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-28. Berawal dari kesalahan lini belakang Arema, bola berhasil direbut dan dimanfaatkan dengan baik oleh Castanheira untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Dominasi Persik belum berhenti. Menjelang akhir babak pertama, Ernesto kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Arema. Aksi individunya pada menit ke-43 sukses menambah keunggulan menjadi 3-0, sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan bagi tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Arema FC mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Beberapa peluang sempat tercipta, namun solidnya lini pertahanan Persik membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya datang di menit ke-85 melalui Dalberto, yang berhasil memanfaatkan umpan Salim Akbar untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-3.

Drama berlanjut di masa injury time. Arema kembali mencetak gol lewat sundulan Walisson Maia pada menit ke-90+5 usai menerima assist Rio Fahmi. Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR sebelum akhirnya disahkan oleh wasit.

Meski berhasil memperkecil skor di menit akhir, waktu tidak cukup bagi Arema untuk mengejar ketertinggalan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan Persik Kediri.

Hasil ini membuat Persik meraih tiga poin penting, sementara Arema FC harus mengevaluasi performa mereka, terutama di lini pertahanan yang kerap melakukan kesalahan krusial sepanjang pertandingan.