Makassar, JURNALNEWS.CO.ID – Polda Sulawesi Selatan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) kembali menerima satu jenazah korban kecelakaan laut KM Nurul Salsa untuk menjalani proses identifikasi lanjutan. Penanganan dilakukan menggunakan metode Disaster Victim Identification (DVI) guna memastikan identitas korban secara akurat serta memberikan kepastian kepada pihak keluarga.

Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Biddokkes Polda Sulsel, Jumat (24/7/2026). Konferensi pers dipimpin Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kakansar Makassar Muhammad Arif Anwar, S.Sos., M.M., Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA, Tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol. drg. Ahmad Fauzi, M.M., GDFO., Sp.OF., Subsp.IOF.(K), serta Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel.

Dalam keterangannya, Kombes Pol. Didik Supranoto mengungkapkan bahwa jenazah terbaru ditemukan di wilayah Pulau Matalaang sebelum dievakuasi ke Makassar untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI.

“Jenazah yang ditemukan telah diserahterimakan dan akan dilakukan identifikasi lebih lanjut. Dari 17 orang yang sebelumnya dinyatakan dalam pencarian, hingga saat ini telah ditemukan 3 orang, sehingga masih terdapat 14 orang yang masih dalam proses pencarian,” ujar Kombes Pol. Didik Supranoto.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. Selain itu, perkembangan penyelidikan kasus juga terus berjalan dengan jumlah saksi yang telah diperiksa bertambah menjadi 25 orang.

Sementara itu, Kakansar Makassar Muhammad Arif Anwar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan bahwa operasi pencarian kini memasuki hari ke-10 atau hari ketiga dari masa perpanjangan operasi SAR.

“Sesuai SOP, operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari, namun berdasarkan hasil evaluasi bersama pemerintah daerah dan keluarga korban, serta arahan dari pimpinan Basarnas, dilakukan perpanjangan selama 3 hari. Hari ini merupakan hari terakhir dari masa perpanjangan tersebut,” jelas Muhammad Arif Anwar.

Ia menyebutkan, hingga saat ini tim SAR gabungan telah mengevakuasi 58 korban selamat dan 4 korban meninggal dunia. Dari jumlah korban meninggal tersebut, satu orang tidak menjalani proses DVI karena meninggal dunia saat proses evakuasi berlangsung.

“Rencana sore hari ini akan dilakukan evaluasi lanjutan terkait kemungkinan perpanjangan operasi. Namun sesuai instruksi pimpinan pusat, operasi SAR akan ditutup sementara pada hari ke-10,” tambahnya.

Muhammad Arif Anwar menegaskan, apabila di kemudian hari terdapat laporan penemuan korban, maka operasi akan kembali dibuka dengan status operasi evakuasi, bukan lagi operasi pencarian.