JURNALNEWS.CO.ID – Melicha Athalia Pelawi mahasiswi Kesejahteraan sosial FISIP USU yang melaksanakan PKL II di Yayasan Fondasi Hidup, Medan dengan Supervisor Sekolah Drs. Bengkel, M.Si dan Supervisor Lembaga Rosnani Sagala. Praktikum ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dari September – Desember.
Yayasan Fondasi Hidup (FH) merupakan suatu lembaga swadaya masyarakat independen yang berada di Indonesia yang beroperasi di Medan, Sumatera Utara, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, dan Palu, Sulawesi Tengah. FH mulai bekerja setelah menanggapi tsunami di Aceh pada bulan Desember 2004 yang menewaskan 283.000 orang.
FH Indonesia bekerja dengan masyarakat yang terkena dampak untuk membantu mereka membangun kembali kehidupan dan rumah mereka. Pada tahun 2011, FH memulai pekerjaan pembangunan jangka panjang dan saat ini kami bekerja untuk mengatasi semua bentuk kemiskinan manusia, yang terlihat dan tidak terlihat melalui sektor penghidupan, pendidikan, kesehatan, dan pengurangan risiko bencana.
Gambar 1 HEARTBEAT
Di FH Indonesia, kami beroperasi di bawah seperangkat prinsip panduan yang kami sebut “The Heartbeat.” Ini termasuk Nilai, Visi, dan Tujuan kita, yang berfungsi sebagai penjelasan tentang siapa kita dan bagaimana kita bekerja sebagai sebuah organisasi. Bersama-sama kita mengikuti panggilan Tuhan menanggapi penderitaan manusia dan mengentaskan masyarakat dari kemiskinan ekstrim.
Area Program dari Yayasan Fondasi Hidup berada di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terkhususnya untuk di daerah Sumatera Utara sendiri Yayasan Fondasi Hidup terdapat di dua lokasi yaitu Kabupaten Langkat dan Deli Serdang. Melicha Athalia Pelawi sebagai praktikan dalam kegiatan ini melaksanakan kegiatan praktikum di desa-desa dampingan Yayasan Fondasi Hidup di Deli Serdang. Ada 7 desa dampingan Yayasan Fondasi Hidup di Deli Serdang seperti Desa Sumbul, Limau Mungkur, Gunung Rintih, Siguci, Talapeta, Kutajurung dan Lau Barus Baru.
Terdapat beberapa project Yayasan Fondasi Hidup di area program Deli Serdang yaitu Better Future dan CPROF (Child Protected Flourish Project). Praktikan bergabung dalam project Better Futere, terdapat beberapa Project Better Future yang berbasis Edukasi seperti Sekolah Enuma dan Kelompok ABC.
Dalam melaksanakan kegiatan praktikum, praktikan melakukan beberapa kegitan seperti mendampingi anak – anak baik disekolah ataupun di komunitas untuk bermain sekolah enuma. Sekolah enuma merupakan sekolah berbasis digital untuk membantu jenjang kelas 1-3 dalam meningkatkan literasi dan numerisasi, berkoordinasi dengan Pemerintahan desa ataupun sekolah untuk persiapan pelaksanaan kegiatan. Praktikan juga melakukan pendistribusian barang untuk menunjang kegiatan program. Praktikan melakukan diskusi bersama Pemerintah Desa dan Orangtua maupun sekolah terkait perkembangan anak dalam mengikuti program edukasi.
Gambar 2 Koordinasi dengan Orangtua
Praktikan juga bergabung dalam sosialisasi program seperti C-Safe, C-Safe adalah alur pengaduan komunitas. Tidak hanya beberapa kegiatan diatas, praktikan juga melakukan placement test untuk kegiatan kelompok ABC di tahun 2024, placement test ini dilakukan untuk menyeleksi anak-anak untuk program kelompok ABC. Selain itu praktikan melakukan kegiatan workshop ABC di komunitas guna melaporkan hasil kegiatan setelah berjalan selama setahun.
Praktikan juga melakukan kegiatan meeting series untuk pembukaan desa baru, dimana praktikan melihat bagaimana cara pembukaan desa baru yang dilakukan oleh Yayasan Fondasi Hidup. Tidak hanya itu praktikan juga melakukan homevisit kepada anak-anak untuk memotivasi anak-anak mengikuti kegiatan edukasi dari FH.
Gambar 3 Diskusi dengan Pemerintah Desa
Selama kegiatan praktikum berlangsung praktikan banyak mendapat pelajaran baru seperti bagaimana cara berkoodinasi sebelum melakukan kegiatan, bagaimana cara berhadapan langsung dengan komunitas untuk menjadi fasilitator dalam kegiatan FH, praktikan juga belajar bagaimana cara mengolah data dan saat mendistribusikan barang ke komunitas. Praktikan berharap ini akan menjadi pengalaman baik praktikan untuk kedepannya nanti di dunia kerja.
Source: www.fh.org

Tinggalkan Balasan