JURNALNEWS.CO.ID – Seorang mahasiswi Universitas Sumatera Utara prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bernama Gracia Silalahi melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan 2 (PKL 2) di Yayasan Fondasi Hidup Indonesia (FH Indonesia). Praktikan melakukan praktek PKL nya diprogram C-Prof (Child Protected and Flourish Project) atau disebut juga Proyek Perlindungan dan Kesejahteraan Anak di Kecamatan STM Hilir, kabupaten Deli Serdang.

Salah satu kegiatan dari C-Prof ini adalah RUMA (Ruang Ramah Anak). Kegiatan RUMA ini merupakan suatu wadah belajar dan bermain yang direncanakan oleh FH Indonesia menjadi sarana bagi anak untuk kebutuhan sosial dan kecakapan hidup.

Pada saat mengikuti kegiatan RUMA ini, praktikan melihat bahwa ada beberapa anak yang terlihat kurang menjaga kebersihan dirinya, seperti kukunya yang jorok, rambut yang terlihat kering, tidak menggunakan alas kaki dan juga bau badan. Itulah yang membuat praktikan tertarik untuk melakukan kegiatan Mini Project yaitu upaya meningkatkan kesadaran akan Kebersihan Diri pada Anak.

Kegiatan mini project ini dilaksanakan di salah satu desa dampingan Yayasan Fondasi Hidup yaitu desa Talapeta, kecamatan STM Hilir. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi meningkatkan kesadaran sekaligus mengajarkan kepada anak akan pentingnya menjaga kebersihan diri agar terhidar dari segala penyakit yang timbul akibat tidak menjaga kebersihan diri.

Sebelum melakukan kegiatan prkatikan meminta Consent Form (formulir persetujuan) kepada orang tua dari para anak bahwasannya para orangtua menyetujui kegiatan mini project ini.

Setelah itu praktikan melakukan Pre test kepada 25 anak di desa Talapeta untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dari para anak akan kebersihan diri. Dari penilaian Pre test ini rata-rata dari anak hanya 48,8% ini berarti pemahaman anak akan kebersihan diri masih kurang. Sehingga kegiatan mini project ini dilanjutkan.

Praktikan melakukan pemaparan materi mengenai apa itu kebersihan diri dan bagaimana cara menjaga kebersihan diri, mulai dari rambut, mata, telinga, hidung, gigi, kulit, tangan, dan kaki. Dimana untuk menjaga kebersihan rambut harus mencuci rambut 2 hari sekali, kemudian membersihkan mata, telinga, dan hidung dengan air bersih ketika mandi, menyikat gigi 2-3 kali sehari, mencuci tangan dengan sabun dan juga mencuci kaki serta menggunakan alas kaki pada saat di luar ruangan.

Selain itu dijelaskan juga mengenai dampak apabila tidak menjaga kebersihan diri, yaitu dampak fisik dan psikis. Dampak fisik adalah terkena berbagai penyakit mulai dari munculnya kutu atau ketombe di rambut, sakit gigi atau kerusakan gigi, sakit perut hingga diare, kudis, kutu air,dll. Dampak psikis seperti kurangnya rasa percaya diri, gangguan interaksi sosial, kebutuhan akan rasa nyaman.
Praktikan juga melakukan kegiatan praktik 7 langkah mencuci tangan yang benar dan cara menggunting kuku yang benar.

Diakhir kegiatan praktikan melakukan Post test untuk melihat sejauh mana para anak tersebut memahami pentingnya dan cara merawat kebersihan diri. Dari penilaian hasil post test ini rata-rata para anak adalah 70% ini berarti sudah ada peningkatan dari hasil pre test sebelumnya, bahwa pemahaman para anak tersebut sudah jauh meningkat.
Praktikan juga melakukan observasi dan melihat bahwa para anak sudah terlihat lebih rapi dan bersih.

Melihat itu praktikanpun merasa bahwa sudah dapat mengakhiri kegiatan mini project tersebut.

Melalui project ini Praktikan berharap agar para anak baik di Desa Talapeta maupun di desa lain dapat menyadari pentingnya kebersihan diri dan terus menjaganya agar terhindar dari berbagai dampak akibat tidak menjaga kebersihan diri.