JURNALNEWS.CO.ID – Siklus penggajian adalah rangkaian aktivitas bisnis berulang dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan cara yang efektif dalam mengelola pegawai.
Pada siklus penggajian terdapat 6 subsistem yang meliputi perekrutan dan mempekerjakan pegawai baru, pelatihan, pemberian tugas pekerjaan, pemberian kompensasi (penggajian), evaluasi kinerja dan pemberhentian pegawai baik secara sukarela maupun dipecat.
Tujuan audit siklus jasa personalia dibedakan untuk setiap asersi laporan keuangan:
Asersi Keberadaaan atau Keterjadian, Asersi Kelengkapan, Asersi Hak dan Kewajiban, Asersi Penilaian dan Pengalokasian, dan Asersi Pelaporan dan Pengungkapan.
Dokumen-dokumen dan catatan akuntansi yang digunakan dalam prosedur penggajian yaitu Catatan personalia, Formulir Otorisasi, Pencatatan waktu, Tiket waktu pekerjaan, File transaksi penggajian, Jurnal atau data penggajian, File induk penggajian, Cek gaji, Rekonsiliasi rekening bank penggajian, Formulir W2, dan SPT pajak penghasilan.
Prosedur analitis merupakan hal penting dalam siklus penggajian dan personalia yaitu, dengan membandingkan saldo akun beban penggajian dengan tahun-tehun sebelumnya (disesuaikan dengan kenaikan tingkat upah dan kenaikan volume).
Membandingkan tenaga kerja langsung sebagai presentase dari penjualan dengan tahun-tahun sebelumnya. Membandingkan beban komisi sebagai presentase dari penjualan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Membandingkan beban pajak penggajian sebagai presesntase penggajian sebagai persentase dari gaji dan upah dengan tahun-tahun sebelumnya (disesuaikan dengan perubahan tarif pajak).
Membandingkan akun pajak penggajian akrual dengan tahun-tahun sebelumnya.
Oleh: Arief Rachmad Daeng Maliwa
(2020-318) /Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan