JURNALNEWS.CO.ID – Pendapatan merupakan tujuan utama dari pendirian suatu perusahaan. Sebagai suatu organisasi yang berorientasi profit maka pendapatan mempunyai peranan yang sangat besar. Pendapatan merupakan faktor penting dalam operasi suatu perusahaan, karena pendapatan akan mempengaruhi tingkat laba yang diharapkan akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan. 2 konsep tentang pendapatan yaitu sebagai berikut :
1. Konsep Pendapatan yang memusatkan pada arus masuk (inflow) aktiva sebagai hasil dari kegiatan operasi perusahaan. Pendekatan ini menganggap pendapatan sebagai inflow of net aset.
2. Konsep pendapatan yang memusatkan perhatian kepada penciptaan barang dan jasa serta penyaluran konsumen atau produsen lainnya, jadi pendekatan ini menganggap pendapatan sebagai outflow of good and services. Jika pendapatan dirumuskan dengan cara lain maka pengecualian harus dinyatakan dengan jelas, misalnya pendapatan diakui sebelum arus masuk aktiva benar-benar terjadi.
Salah satu bagian yang penting dalam organisasi yaitu sistem pengendalian internal. Dengan pengendalian internal yang efektif dan efisien, sasaran organisasi akan lebih terkelola dengan baik, sehingga sasarannya lebih memungkinkan dapat tercapai. Menurut Committee of Sponsoring Organization (COSO), sistem pengendalian internal adalah segala komponen baik berupa proses, elemen-elemen maupun kegiatan, yang terjalin erat dan berfungsi untuk memastikan agar segala kegiatan yang akan, sedang dan telah dilakukan berjalan menuju arah tujuan organisasi sebagaimana telah ditetapkan dan diselenggarakan dengan cara-cara yang seefisien mungkin.
Pengendalian internal ini dilakukan untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
Salah satu lingkup sistem pengendalian internal yaitu pendapatan. Jenis transaksi yang terjadi dalam siklus pendapatan yaitu penjualan kredit, penjualan tunai, penerimaan kas, retur penjualan dan potongan penjualan, dan penghapusan piutang. Dalam transaksi siklus pendapatan terdiri dari empat aktivitas utama yaitu pemesanan produk dan jasa oleh konsumen, pengiriman produk, penagihan, dan penerimaan uang.
Dalam siklus pendapatan dibutuhkan adanya pengendalian internal karena siklus pendapatan berhubungan langsung dengan kas.
Selain itu dalam siklus pendapatan membutuhkan sistem pengendalian internal karena transaksi yang dilakukan akan memiliki risiko tersendiri. Risiko tersebut seperti adanya pencatatan pada pesanan yang salah, jumlah atau jenis produk yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan konsumen, adanya invoice yang tidak terintegrasi dengan sales order, dan konsumen tidak membayar.
Sistem pengendalian internal merupakan kebijakan serta prosedur yang diterapkan untuk memperoleh keyakinan yang memadai bahwa tujuan satuan usaha yang spesifik dapat dicapai. Aktivitas pengendalian siklus pendapatan pada sebuah usaha dapat mengurangi risiko-risiko yang bisa menghambat penerimaan pendapatan di bisnisnya. Aktivitas pengendalian tersebut di antaranya terdiri dari kebijakan, prosedur, dan peraturan yang berfungsi untuk menjalankan pengendalian terhadap risiko yang ditemukan pada sebuah usaha.
Tujuan utama dari audit terhadap siklus pendapatan adalah agar auditor mendapatkan bukti yang cukup dan kompeten dalam membuktikan kewajaran pada setiap asersi laporan keuangan yang signifikan terkait dengan transaksi-transaksi dan saldo-saldo akun pendapatan perusahaan. Mengulang dari bagian mengenai asersi manajemen, terdapat lima kategori asersi manajemen yang berkaitan dengan tujuan audit khusus siklus pendapatan.
Selain itu tujuan dari audit terhadap siklus pendapatan yaitu untuk menyediakan produk atau jasa yang tepat pada tempat yang benar dan dengan harga yang sesuai dengan pasar.
Dengan demikian, sangat penting untuk menerapkan pengendalian internal pendapatan pada perusahaan untuk mencegah adanya kerugian karena ancaman yang semakin meningkat.
Dengan sistem pengendalian internal yang memadai, kecurangan serta pemborosan dapat diketahui sehingga pemilik perusahaan akan segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah-masalah yang terjadi.
Oleh: Widya Nuria Maharani (202010170311227)
Dosen Pengampu: Novitasari Agus Saputri, S.Pd., M.M.
Program Studi Akuntansi – Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan