JURNALNEWS.CO.ID, – Memasuki tahun kedua pandemi performa Unggul Pertamina terus menujukkan kinerja positif di berbagai sektor. Pandemi tidak menyurutkan upaya Pertamina untuk terus bekerja tanpa henti mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional serta keberlanjutan masa depan yang lebih sejahtera.
Dengan semangat Energizing You yang menjadi tagline Pertamina sepanjang tahun 2021 telah memberikan semangat, motivasi dan semangat yang luar biasa untuk selalu memberikan energi positif bagi kemajuan bangsa.
Performa Unggul Pertamina di Tahun Kedua Pandemi berbagai tonggak dan pencapaian besar berhasil ditorehkan dalam tinta emas perjalanan Pertamina di usia 64 tahun. Usia yang menunjukkan kedewasaan dan kedewasaan serta penuh hikmah. Sejalan dengan transformasi di lingkungan Pertamina dan tren transisi energi dunia, pada tahun 2021, Pertamina akan mengusung Go Sustainable, Go Green, Go Collaborative, Go Digital, Go Productive & Efficient dan Go Global.
Go Sustainable merupakan komitmen penuh Pertamina dalam menerapkan aspek Lingkungan, Sosial & Tata Kelola (ESG) dalam menjalankan bisnisnya dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pada tahun 2021, Pertamina berhasil menaikkan peringkat ESG secara signifikan menjadi risiko sedang dengan nilai 28,1 dan berada di posisi ke-15 dari 251 perusahaan dunia dan Persentil ketujuh di antara perusahaan migas global.
Pertamina juga berkomitmen untuk mengelola energi berkelanjutan dengan meningkatkan portofolio energi bersih sebesar 17 persen pada tahun 2030 dan mengurangi emisi gas rumah kaca dari 27 persen menjadi 30 persen pada tahun 2030.
Pertamina juga terus mendistribusikan energi ramah lingkungan ke pedesaan melalui Pertashop sehingga mampu membangun 3.218 outlet sebagai penjaga pendistribusian BBM ramah lingkungan di pedesaan.
Pada tahun 2021, Pertamina juga telah berhasil menyelesaikan penugasan Pemerintah dalam Harga BBM 1 di wilayah 3T. Sejak 2017 hingga 2021, Pertamina telah berhasil membangun 321 Harga BBM 1. Warga di kawasan 3T juga bisa mengakses energi dengan harga terjangkau.
Di sisi lingkungan, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan keberlanjutan kehidupan flora dan fauna langka. Pertamina telah berhasil melestarikan 87 jenis satwa endemik, melestarikan 52 jenis tumbuhan endemik dan melestarikan berbagai jenis mangrove di 28 wilayah operasional Pertamina.
Saat ini Pertamina sedang mengimplementasikan persyaratan dari beberapa standar yang berlaku di dunia seperti International Organization for Standardization (ISO) ISO 14001:2015 terkait Environmental Management, ISO 45001:2018, ISO 50001:2018 terkait Social Responsibility, ISO 37001: 2016 tentang Manajemen Energi, Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 27001:2013, Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO 27001:2013, dan Tanggung Jawab Sosial ISO 26000:2010.
Go Green merupakan komitmen Pertamina untuk melaksanakan program transisi energi strategis untuk mewujudkan energi ramah lingkungan berbasis EBT. Untuk mencapai target besar tersebut, Pertamina memiliki 8 inisiatif EBT.
Pertama, meningkatkan kapasitas pembangkit geothermal dari 672 MW pada 2020 menjadi 1.128 MW pada 2026.
Kedua, memulai inisiatif pemanfaatan green hydrogen di Indonesia yang akan menggunakan listrik dari lapangan panas bumi Pertamina dengan total potensi 8.600 kilogram hidrogen per hari.
Ketiga, berpartisipasi dalam JV Indonesian battery company dengan memproduksi baterai 140 GWh pada 2029 dan mengembangkan ekosistem baterai EV termasuk swapping dan charging business. Pertamina juga telah melakuan pilot project pembangunan 6 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di 6 wilayah di DKI Jakarta dan Tangerang.
Keempat, meningkatkan kapasitas terpasang pembangkit EBT dari 1,9 MW di tahun 2021 menjadi 10 Gigawatt (GW) di tahun 2026.
Kelima, melakukan gasification 1.000 kilo tonnes per annum (KTPA) melalui pembangunan pabrik metanol yang rencana on stream pada 2025 serta pengembangan DME dengan kapasitas 5.200 KTPA.
Keenam, membangun green refinery atau kilang ramah lingkungan yang menghasilkan produk-produk energi hijau berbasis kelapa sawit. Kapasitas produksi Green Diesel D100 ditingkatkan menjadi 3.000 barel per hari di tahun 2022 dan 26.000 barel di tahun 2024.
Ketujuh, pengembangan bioenergy hingga tahun 2026 terdiri dari biomassa atau biogas sebesar 153 MW, bio blending gasoil & gasoline, dan minyak mentah nabati dari alga dan etanol 1.000 KTPA dengan target on stream pada 2025.
Kedelapan, menerapkan circular carbon economy di beberapa daerah di antaranya dengan melakukan recycle untuk biomass dan biogas, reduce lewat solar PV, EV, LNG bunkering, serta reuse melalui CO2 untuk EOR dan methanol yang telah berhasil menurunkan emisi karbon 6 juta ton pada tahun 2020.

Tinggalkan Balasan