JURNALNEWS.CO.ID – Operasional produksi terhadap fungsi produksi atau sering disebut dengan audit produksi merupakan suatu bentuk audit yang dilaksanakan perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan dibidang produksi.Selain itu, produksi juga berfungsi untuk mengukur seberapa baik manajemen menjalankan fungsi perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan produksi dan seberapa efektifkah manajemen dalam membuat keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan produksi yang telah ditetapkan.
Audit produksi dan operasi melakukan penilaian secara komprehensif terhadap keseluruhan fungsi produksi dan operasi untuk menentukan apakah fungsi ini telah berjalan dengan memuaskan (ekonomis, efektif dan efisien). Audit ini dilakukan tidak hanya terbatas pada unit produksi tetapi juga berperan melengkapi fungsi pengendalian kualitas.
PT Boma Bisma Indra (Persero) memiliki kemampuan untuk menghasilkan berbagai jenis produk peralatan industri dan permesinan yang mengkonsentrasikan usahanya pada industri konversi energi baik untuk industri minyak, gas bumi maupun kelistrikan.
Sesuai kebutuhan pasar pada masa mendatang sehingga akan menjadi andalan bagi pendapatan perusahaan secara berkelanjutan pusat keunggulan merupakan benchmark company dalam bidang teknologi dan manajemen bagi industri domestik dan regional sejenis dan menguasai pangsa pasar domestik dan global, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pasar bebas.
Dalam proses produksi PT.Boma Bisma Indra yang meliputi: condenser, Diesel Engine, Column and Pressure Vessel (Proyek Jambaran Tiung Biru), Fixed Fabricated Tank (Proyek PLTMG Paket 4 Bima),EPC System, Produk PT Bosto, Kortz Nozzle (Untuk Perusahaan Kapal Laut),Shell dan Tube Heat Exchanger, Tankage,Steel Structurs, menggunakan teknologi mesin atau robot sedangkan untuk pengoprasiannya dioperasikan oleh computer yang dijalankan oleh tenaga manusia.
Sedangkan untuk alur produksinya sendiri dimulai dari pemesanan bahan baku dan bahan pembantu yang dibutuhkan untuk proses produksi, lalu dilakukan pengecekan barang mulai dari kuantitas dan kualitas, setelah dipastikan bahan yang akan digunakan sudah sesuai standart lalu akan dikirim ke masing-masing divisi untuk dirakit sesuai dengan bagiannya, setelah semua divisi sudah melakukan perakitan maka akan dibawa ke divisi penggabungan untuk dilakukan penyusunan produk yang akan dibuat, setelah produk sudah dilakukan penggabungan selanjutnya akan dibawa ke divisi quality control untuk dilakukan cek ulang apakah produk sudah berfungsi dengan baik dan sudah memenuhi standar yang sudah ditentukan oleh perusahaan, apabila semua langkah sudah terselesaikan maka produk akan dikirim ke divisi barang jadi untuk dilakukan labelling dan packaging, untuk packaging juga harus sesuai standar agar produk sampai ke tangan konsumen dengan aman.
Tujuan dilakukan pengaudit dalam siklus produksi adalah untuk menentukan apakah proses produksi dan operasi yang berjalan saat ini sudah sesuai dengan criteria (peraturan,kebijakan, tujuan, rencana, standar) yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan konsisten dengan standar kualitas yang telah ditetapkan serta mengidentifikasikan wilayah (bagian) yang masih memerlukan perbaikan.Dilihat dari tujuan dilakukannya pengauditan siklus produksi, PT Boma Bisma Indra dikatakan sudah sangat baik.
Hal tersebut dalam dibuktikan pada saat PT Boma Bisma Indra meminimalisir biaya yang dikeluarkan dan memaksimalkan keuntungan pada saat memproduksi suatu barang yang di produksi, selain itu PT Boma Bisma Indra memaksimalkan perlengkapan dan barang investaris pabrik untuk menghasilkan suatu barang yang diproduksi dengan baik dengan adanya sarana dan prasarana PT Boma Bisma Indra yang memadai serta maksimal dan memenuhi kepuasan pelanggan dimana PT Boma Bisma Indra (Persero) memiliki pengalaman yang dapat diandalkan untuk boiler industry sejak 1983, dengan menjamin layanannya dari fabrikasi hingga pre-commissioning untuk kepuasan pemesanan. PT Boma Bisma Indra (Persero) telah melaksanakan lebih dari 20 proyek boiler. Dari beberapa bukti proses pemeriksaan produksi dan operasi produksi dapat disimpulkan bahwa PT Boma Bisma Indra memiliki SPI yang baik.
Oleh: Adhinda Dwi Putri Nurchaliza
NIM: 202010170311317
Fakultas/Prodi : Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Akuntansi /Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan