MAKASSAR, JURNALNEWS.CO.ID — Wakil Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD ASITA Sulawesi Selatan, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Wisuda Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar Tahun 2026 di Lapangan Rektorat Poltekpar Makassar, Jalan Gunung Rinjani, Makassar, Sabtu (19/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Aliyah mendorong para lulusan untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten dan mampu bersaing di tengah perkembangan industri.

Kehadiran Aliyah dalam prosesi wisuda tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap penguatan SDM, khususnya pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurut Aliyah, kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan sektor pariwisata, baik di Kota Makassar maupun Sulawesi Selatan. Lulusan pendidikan vokasi pariwisata dinilai memiliki bekal untuk terlibat langsung dalam berbagai lini industri.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi awal untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Ia mengingatkan para lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Menurutnya, perkembangan industri pariwisata juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi dan melihat peluang usaha.

“Industri pariwisata terus berkembang. Kita membutuhkan generasi muda yang kreatif, adaptif, profesional, dan mampu membaca peluang. Saya berharap lulusan Poltekpar Makassar dapat mengambil peran dalam mengembangkan pariwisata Indonesia, khususnya Makassar dan Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Sebagai Ketua DPD ASITA Sulsel, Aliyah juga menekankan pentingnya hubungan yang berkelanjutan antara lembaga pendidikan dan pelaku industri. Menurutnya, pendidikan vokasi harus memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dunia kerja sehingga kompetensi lulusan dapat diterapkan secara optimal.

Lulusan Poltekpar Makassar memiliki peluang untuk berkiprah di berbagai bidang, antara lain perjalanan wisata, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif hingga pengembangan destinasi pariwisata.

“Pemerintah, dunia pendidikan, dan industri harus terus membangun kolaborasi. Dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan SDM pariwisata yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah,” tambahnya.

Wisuda Poltekpar Makassar Tahun 2026 diikuti sebanyak 603 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 5 mahasiswa meraih predikat cum laude, sedangkan 255 lulusan memperoleh predikat sangat memuaskan.

Aliyah memberikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika Poltekpar Makassar yang dinilai telah berperan dalam mempersiapkan generasi muda dengan kompetensi di bidang pariwisata.

Ia berharap para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat membawa nama baik almamater melalui karya dan kontribusi nyata. Para lulusan juga diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata Makassar dan Sulawesi Selatan ke tingkat nasional hingga internasional.

“Makassar memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Karena itu, kita membutuhkan generasi muda yang mampu mengemas potensi tersebut menjadi sesuatu yang bernilai, menarik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa, unsur Forkopimda, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Hakamuddin.

Bagi Aliyah, wisuda bukan sekadar seremoni untuk menandai berakhirnya masa pendidikan. Momentum tersebut sekaligus menjadi awal bagi para lulusan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam dunia profesional maupun kewirausahaan.

“Selamat melangkah dan berkarya. Jadilah generasi yang membawa perubahan positif, menjaga integritas, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pariwisata,” tutupnya.