MAKASSAR, JURNALNEWS.CO.ID — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi meninjau langsung pembenahan kolam lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Rabu (16/9/2026). Dalam pembenahan tersebut, Pemerintah Kota Makassar mulai menggunakan teknologi EcoTru untuk membantu mengolah air lindi agar kadar zat pencemar dapat ditekan dan dampaknya terhadap lingkungan diminimalkan.
Kolam lindi yang berada di sisi utara kawasan TPA Tamangapa menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam pembenahan sistem pengelolaan lingkungan di kawasan tersebut.
Appi menjelaskan, proses pengolahan air lindi kini menggunakan bakteri yang dikembangkan PT Esa Maha Karya Tunggal melalui teknologi EcoTru. Treatment dilakukan secara bertahap dengan melewati sejumlah kolam pengolahan.
“Treatment-nya menggunakan bakteri dari EcoTru. Jadi dilakukan secara bertahap, mulai dari kolam pertama sampai kolam terakhir,” kata Appi.
Menurut dia, pengolahan air lindi menjadi bagian penting dalam pengelolaan TPA karena air tersebut berasal dari rembesan timbunan sampah dan berpotensi membawa berbagai zat pencemar.
Karena itu, pembenahan kolam lindi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi fasilitas yang sudah ada, tetapi juga memperkuat kapasitas sistem pengolahan agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Appi mengatakan kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini masih perlu ditambah. Dengan luas kawasan TPA Tamangapa, pemerintah kota bersama pihak terkait tengah merencanakan penambahan unit kolam pengolahan yang nantinya saling terhubung dalam satu sistem.
“Untuk luasan seperti ini, cukup dengan kolam instalasi pengolahan limbah. Ini harus dibuat lagi tambahan. Berarti nanti akan ada unit kolam pengolahan yang saling berhubungan satu dengan yang lain,” terangnya.
Penambahan unit tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh air lindi dari kawasan timbunan sampah dapat ditangani melalui proses pengolahan yang lebih terstruktur.
Appi menegaskan, pembenahan ini ditujukan agar pengelolaan air lindi di TPA Tamangapa tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
“Ini untuk memastikan air lindi, sistem pengelolaan air lindi yang ada di TPA ini benar-benar terkelola dengan baik, tidak lagi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan,” tuturnya.
Selain aspek lingkungan, Appi melihat pengelolaan kolam lindi secara optimal dapat membuka peluang pemanfaatan kawasan TPA untuk kegiatan lain pada masa mendatang.
Menurutnya, jika sistem pengolahan berjalan baik dan kualitas air hasil treatment memenuhi ketentuan yang berlaku, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi area produktif sekaligus edukatif.
“Selama ini kan belum ditata dengan baik, maka kita mulai benahi perlahan,” tuturnya.
“Sebenarnya kalau ini bisa dikelola dengan baik, ini bisa menjadi hebat. Kolam pemancingan ikan dan sebagainya. Maka dari itu, ini sangat penting,” sambung Munafri.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Pemkot Makassar dalam melihat TPA secara lebih luas. TPA tidak hanya ditempatkan sebagai lokasi akhir penampungan sampah, tetapi sebagai bagian dari rangkaian sistem pengelolaan persampahan yang membutuhkan penanganan dari berbagai sisi.
Appi mengatakan persoalan di TPA memiliki keterkaitan dengan berbagai tahapan dalam sistem persampahan Kota Makassar. Karena itu, pembenahannya tidak dapat dilakukan secara parsial.
“TPA ini bisa berdiri sendiri, TPA adalah satu bagian yang mempunyai turunan yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,” jelasnya.
Bagian dari Desain Besar Persampahan Makassar
Pembenahan kolam lindi di TPA Tamangapa menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemkot Makassar dalam memperbaiki pengelolaan persampahan secara menyeluruh.
Appi memastikan penataan TPA akan diarahkan mengikuti desain pengelolaan persampahan yang telah disiapkan pemerintah kota. Tujuannya, setiap tahapan dalam alur persampahan dapat berjalan lebih terintegrasi.
“Sudah ada desain yang benar-benar, kita tata sehingga muncul yang namanya alur proses persampahan yang ada di Kota Makassar secara maksimal,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan