Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID — Permandian alam Leang Lonrong kembali menjadi magnet bagi wisatawan pada libur akhir pekan. Destinasi yang berada di balik rimbunnya vegetasi Desa Panaikang, Kecamatan Minasate’ne, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, itu mendadak dipenuhi ratusan pengunjung yang ingin menikmati sejuknya air pegunungan dan panorama karst yang menawan.
Berjarak sekitar lima kilometer dari jalan poros Makassar–Pangkep, Leang Lonrong menawarkan suasana asri yang langsung menyambut begitu pengunjung tiba. Aliran air sebening kristal yang keluar dari mulut gua dan mengalir di sela-sela bebatuan menjadi daya tarik utama yang membuat banyak wisatawan kembali datang, terutama pada hari libur.
Sejak pagi, kawasan wisata ini telah ramai dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Mereka datang bersama keluarga, sahabat, hingga rombongan komunitas untuk merasakan kesegaran alam dan ketenangan khas hutan karst. Tak sedikit pengunjung yang memilih berenang, berfoto, atau sekadar duduk menikmati udara sejuk di tepian aliran air.
Akbar Adhyaksa, pengunjung remaja, mengaku lebih menikmati liburan kali ini karena ditemani anggota KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) Pangkep.
“Liburan hari ini asyik dan seru karena ditemani kakak-kakak dari KPJ Pangkep. Ahamdulillah Akbar senang bisa ikut bergabung hari ini dengan kakak senior-senior. Saya sudah sering ke sini, apalagi kalau hari libur pasti datang lagi sama teman dan keluarga,” ujarnya.
Keberadaan kolam alami di mulut gua menjadi pusat perhatian. Airnya yang dingin menyegarkan, jauh dari bising dan polusi, membuat Leang Lonrong tak pernah sepi saat akhir pekan.
Sementara itu, Bang Yusra, sahabat KPJ Pangkep, menyebut kunjungan komunitasnya kali ini merupakan rangkaian liburan kedua setelah sebelumnya mengadakan rapat tahunan di Tondong Tallasa dengan membahas beberapa program kerja di tahun 2026 mendatang.
“Alhamdulillah hari ini sudah termasuk liburan kedua untuk teman-teman KPJ. Kemarin Sabtu kami rapat tahunan dan menginap satu malam. Hari ini sekitar 20 orang menikmati wisata air di Leang Lonrong,” jelasnya.
Yusra mengatakan harga tiket masuk yang hanya Rp 3.000 per orang menjadi nilai tambah bagi wisatawan, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Meski begitu, ia tetap berharap ada perbaikan fasilitas untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
“Fasilitas sebenarnya sudah cukup, tapi mungkin perlu perbaikan jembatan, kamar mandi, WC, dan area UMKM agar pengunjung makin nyaman,” tambahnya.
Leang Lonrong memang menjadi salah satu destinasi favorit ribuan warga setiap akhir pekan. Keunikan gua (leang), suasana sejuk, dan hamparan pegunungan karst menjadikannya rekomendasi utama bagi mereka yang ingin melepas penat tanpa harus merogoh kocek dalam.
“Pas masuk ke sini kita sudah disambut pegunungan karst,” kata Yusra.
Dengan keindahan alam yang terjaga, akses mudah, dan biaya yang sangat terjangkau, Leang Lonrong terus menjadi primadona wisata Pangkep yang tak pernah kehilangan pesonanya.

Tinggalkan Balasan