JURNALNEWS.CO.ID – Dua Mahasiswa Program Studi Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sedang menjalani program magang di UPT Balai Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Manggala. Dilaksanakan pada 3 oktober 2023 lalu.

Penyuluhan ini bertujuan memberikan edukasi kepada ibu-ibu tersebut agar mereka menerapkan pola asuh yang baik guna mencegah stunting sejak usia 1000 HPK. Mahasiswa magang dari Program Studi Promosi Kesehatan juga turut berperan dalam kegiatan penyuluhan ini.

Sambutan dari Kepala UPT Balai KB Kecamatan Manggala. Ibu Sri Yuniatin, selaku Kepala UPT KB Kecamatan Manggala, menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini merupakan langkah untuk mencegah stunting pada anak-anak dengan membantu ibu-ibu menerapkan pola asuh yang baik dan sehat untuk anak-anak mereka, serta mengenali gejala stunting sejak usia 0 hingga 2 tahun. Hal ini diharapkan akan membantu anak-anak tumbuh dan berkembang dengan baik, menjadi anak-anak sehat dan cerdas. Ujarnya

Selanjutnya, penyuluhan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh salah satu penyuluh di UPT KB Kecamatan Manggala. Materi ini menjelaskan tentang kondisi anak stunting dan pentingnya Buku KIA (Kartu Identitas Anak). Buku KIA ini dapat digunakan untuk memantau status gizi anak dan menentukan apakah anak berisiko stunting atau tidak. Buku KIA akan menjadi alat penting ketika anak-anak tersebut akan bersekolah.

Ibu Hasnawati, sebagai pemateri, menekankan kepada ibu-ibu hamil untuk memperbaiki pola makan dan asupan gizi mereka, serta bagi ibu-ibu yang telah melahirkan, untuk memperbaiki pola asuh anak-anak mereka agar pertumbuhan dan perkembangan anak dapat optimal.

Peran Nurul Amaliah dan Nursafitri Azzahrah Alim, sebagai mahasiswa magang dari PKIP FKM Unhas, adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif. Mereka memulainya dengan memberikan yel-yel “rumpi sehat” dan melakukan permainan edukasi dengan tema “ASI Saja Cukup.” Selanjutnya, mereka memberikan materi tentang pentingnya pemberian ASI dan teknik menyusui kepada ibu-ibu yang hadir.

Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh 11 orang peserta, yang terdiri dari 4 ibu hamil dan 7 orang ibu baduta.