MAKASSAR, JURNALNEWS.CO.ID — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menantang mahasiswa dan lulusan teknik elektro untuk tidak berhenti pada orientasi mencari pekerjaan. Ia mendorong lulusan bidang tersebut berani menciptakan lapangan kerja melalui inovasi teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Munafri saat menghadiri Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 yang digelar Politeknik Bosowa bersama Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) di Menara Bosowa, Makassar, Rabu (23/9/2026).

Di hadapan mahasiswa teknik elektro dari berbagai provinsi di Indonesia, Munafri mengapresiasi pelaksanaan seminar tersebut sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus mempertemukan mahasiswa dengan insan pendidikan tinggi di bidang teknik elektro.

Menurutnya, teknik elektro merupakan salah satu bidang keilmuan yang memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan teknologi masa depan.

“Kita tahu para alumni atau lulusan ataupun yang berkecimpung di dalam dunia teknik elektro ini adalah mereka yang sangat beruntung,” puji Wali Kota.

“Kenapa? Karena ilmu pada umumnya tidak akan pernah mati sama sekali. Ilmu ini adalah ilmu yang berbicara tentang masa lalu dan selalu berbicara tentang masa depan,” sambung Munafri.

Ia menyebut perkembangan kendaraan listrik atau electric vehicle, energi baru terbarukan, serta teknologi digital sebagai sejumlah sektor yang membutuhkan kompetensi teknik elektro.

Kondisi tersebut, kata Munafri, membuka peluang luas bagi lulusan teknik elektro untuk berkontribusi dalam perkembangan industri sekaligus pembangunan daerah.

Munafri menegaskan Pemerintah Kota Makassar terbuka terhadap kolaborasi bersama perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, organisasi profesi, maupun institusi pendidikan tinggi teknik elektro.

Ia berharap keberadaan FORTEI dan perguruan tinggi teknik elektro di Makassar dapat melahirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan.

“Kota ini harus dibangun secara kolaboratif dengan sisi yang harus menempatkan orang-orang tepat pada bidangnya,” jelasnya.

Menurut mantan CEO PSM tersebut, persoalan seperti efisiensi energi, sistem kelistrikan, digitalisasi layanan publik, hingga pengembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai.

Karena itu, Munafri mengajak mahasiswa dan lulusan teknik elektro memanfaatkan ruang kolaborasi yang tersedia di lingkungan Pemkot Makassar, termasuk melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

“Di Pemerintah Kota Makassar ada namanya BRIDA. BRIDA ini bisa menjadi tempat untuk memberikan berbagai macam akses untuk terus memberikan upgrading dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Kota Makassar,” tuturnya.

Dalam seminar tersebut, Munafri juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar mengembangkan dua greenhouse berbasis IoT pada tahun mendatang.

Menurutnya, proyek tersebut membutuhkan tenaga terampil yang mampu merancang, mengoperasikan, serta mengembangkan teknologi yang digunakan.

“Di Kota Makassar, tahun depan akan dibangun dua greenhouse dengan berbasis IoT. Ini dibutuhkan sarjana-sarjana terampil yang akan memastikan ini,” katanya.

Munafri mencontohkan pemanfaatan teknologi pertanian di Belanda yang mampu mengoptimalkan lahan terbatas dengan dukungan teknologi sehingga menghasilkan produktivitas tinggi.

Pendekatan tersebut, menurutnya, dapat disesuaikan dengan kondisi Makassar untuk membantu menjawab tantangan ketahanan pangan.

Pemkot Makassar, lanjut Munafri, tidak harus mengerjakan seluruh proses secara mandiri. Pemerintah dapat mengambil peran sebagai pionir sekaligus membuka ruang bagi masyarakat, perguruan tinggi, dan pelaku teknologi untuk terlibat.

“Kami dari pemerintah kota concern benar terhadap ini untuk tidak melakukan segalanya, tetapi menjadi pionir, pelopor untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam rangka mengakses Internet of Things, khususnya di bidang pertanian,” terangnya.

Munafri kemudian meminta mahasiswa teknik elektro mengubah cara pandang terhadap masa depan karier.

Ia menilai lulusan teknik elektro memiliki peluang tidak hanya untuk menjadi tenaga kerja, tetapi juga membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan melalui kompetensi teknologi yang dimiliki.

“Saya berharap lulusan sarjana teknik elektro ini atau melalui FORTEI tidak lagi hanya berbicara tentang di mana bekerja. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana alumni mahasiswa ini nanti bisa menjadi pekerja,” lanjut Munafri.

Menurutnya, peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap teknologi dan sistem digital.

Karena itu, Munafri berharap Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi juga menghasilkan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.

Ia bahkan membuka kesempatan kepada FORTEI dan perguruan tinggi di Makassar untuk membawa konsep teknologi modern yang dapat diterapkan dalam pembangunan kota.

Salah satu gagasan yang disorot adalah pengembangan sistem penerangan jalan berbasis teknologi pintar. Sistem tersebut dapat dirancang untuk mengatur penggunaan energi berdasarkan keberadaan kendaraan maupun aktivitas di jalan.

Menurut Munafri, inovasi semacam itu dapat mendukung pembangunan kota yang lebih efisien sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Hal seperti inilah yang akan kita coba membangun. Saya ingin dari FORTEI, khususnya Universitas yang ada di Kota Makassar ini, datang kepada Pemkot membawakan konsep modern yang bisa terapkan di Kota Makassar,” katanya.

Munafri kembali menegaskan keterbukaan Pemkot Makassar terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap pertemuan dengan FORTEI dan mahasiswa teknik elektro menjadi awal lahirnya kerja sama yang dapat diterjemahkan ke dalam program konkret.

“Ini merupakan kesempatan yang baik buat saya agar kiranya ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Makassar dengan FORTEI,” tegasnya. (*)