MAKASSAR, JURNALNEWS.CO.ID — Pemerintah Kota Makassar memperkuat kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk meningkatkan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memahami, mengolah, dan menginterpretasikan data statistik sebagai dasar perencanaan pembangunan.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengatakan penguatan kapasitas ASN di bidang statistik menjadi salah satu poin yang dibahas dalam pertemuannya dengan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026).
“Tadi silaturahmi biasa kepada kepala BPS pusat, banyak hal yang kami bahas bersama, salah satunya terkait pentingnya peningkatan kemampuan ASN dalam bidang statistik,” tutur Appi.
Menurut Appi, kemampuan aparatur dalam membaca dan memahami data sangat dibutuhkan karena berbagai kebijakan pemerintah daerah harus disusun berdasarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat yang terukur.
Ia menilai, statistik tidak semata-mata menjadi kumpulan angka yang dicantumkan dalam dokumen perencanaan. Lebih dari itu, data harus dapat diinterpretasikan sehingga memberikan gambaran yang tepat mengenai persoalan dan kebutuhan daerah.
“Kolaborasi BPS dengan pemerintah kota sangat penting untuk meningkatkan kapasitas ASN di bidang statistik,” katanya.
“Kita ingin ASN memahami dan menginterpretasikan data statistik dengan benar,” sambung Appi.
Appi menjelaskan, hampir seluruh kebijakan pembangunan membutuhkan dukungan data yang akurat. Karena itu, aparatur pemerintah dituntut memiliki kemampuan dalam membaca data agar program yang disusun tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Ia menyebut angka statistik dapat menjadi salah satu instrumen untuk melihat persoalan yang dihadapi daerah sekaligus menentukan sektor yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.
“Dasar-dasar dari pola pengambilan keputusan di Pemerintah Kota, angka-angka yang harus kita perbaiki kan data-data statistik, data-data BPS,” katanya.
Atas dasar tersebut, Appi berharap kerja sama Pemkot Makassar dengan BPS tidak hanya sebatas pertukaran informasi atau data. Kolaborasi tersebut diharapkan berkembang menjadi program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintah kota.
Pemkot Makassar, kata dia, juga mendorong adanya pelatihan khusus bagi tenaga pemerintahan yang memiliki minat dan potensi untuk dikembangkan menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang statistik.
“Kita berharap di Kota Makassar ini, saya minta ada pelatihan khusus untuk tenaga-tenaga yang bisa membantu kita dalam bidang statistik,” harapnya.
Dengan keberadaan tenaga yang memiliki kompetensi tersebut, Pemkot Makassar diharapkan dapat memiliki aparatur yang mampu membantu perangkat daerah dalam mengolah sekaligus membaca dan menginterpretasikan data secara tepat.
Tenaga tersebut nantinya juga dapat berperan dalam memperkuat ekosistem data di lingkungan Pemkot Makassar, terutama untuk mendukung penyusunan program, perencanaan pembangunan hingga evaluasi kebijakan.
Selain peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pertemuan tersebut juga membahas peluang pengembangan sumber daya manusia melalui skema pendidikan afirmasi.
Appi mengatakan, Kepala BPS RI memberikan peluang kepada Pemkot Makassar untuk mengakses skema pendidikan afirmasi di bidang statistik. Salah satu lembaga pendidikan yang menjadi pembahasan adalah Politeknik Statistika STIS di Jakarta.
“Dan tadi juga alhamdulillah, Ibu Kepala BPS memberikan peluang untuk sekolah afirmasi di pendidikan. Di sekolah ada Politeknik Statistika di Jakarta. Jadi beliau bilang, silakan, ada caranya,” tutur Appi.
Menurutnya, peluang tersebut dapat menjadi ruang bagi Makassar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian lebih spesifik dalam bidang statistik.
Pemkot Makassar selanjutnya akan menyiapkan sejumlah orang yang dinilai memiliki potensi untuk mengikuti skema tersebut. Langkah itu sekaligus diarahkan untuk membangun pola kerja sama yang lebih terarah dengan BPS.
“Kita juga akan memilih beberapa orang-orang yang terbaik untuk mendapatkan, mengatur satu modul-modul kerja sama untuk mendidik pegawai-pegawai yang ada di lingkup pemerintah kota menjadi orang-orang yang ahli dan paham terhadap statistik,” jelasnya.
Appi menegaskan, peningkatan kompetensi tersebut tidak hanya diarahkan agar ASN mampu mengumpulkan data. Lebih jauh, aparatur diharapkan memahami konteks dan makna dari data yang tersedia sehingga dapat digunakan secara tepat dalam proses pemerintahan.
Dengan kemampuan tersebut, data statistik dapat dimanfaatkan sejak tahap identifikasi persoalan, penyusunan perencanaan, penetapan program hingga evaluasi hasil pembangunan.
Kolaborasi Pemkot Makassar dan BPS ini juga diharapkan memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data serta meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di Kota Makassar.
“Melalui peningkatan kapasitas ASN dan penguatan kerja sama kelembagaan dengan BPS, kita ingin memastikan data tidak berhenti sebagai angka dalam laporan, tetapi menjadi instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” tukas Appi.
Hadir mendampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar Dr. Muhammad Roem, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Bukti Djufrie, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Andi Asminullah. (*)

Tinggalkan Balasan