MAKASSAR, JURNALNEWS.CO.ID — Kanal Panampu di kawasan Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, akan direvitalisasi sebagai bagian dari penataan lingkungan dan infrastruktur kota. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi menyambut baik rencana tersebut sekaligus menyiapkan pemanfaatan sisi kanal sebagai jalur alternatif bagi pengendara.
Rencana revitalisasi itu dibahas dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Makassar, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Sulawesi dan Maluku (Suma), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Pusdal LH Suma Azri Rasul dan Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Heriantono Waluyadi bersama jajaran terkait.
Kanal Panampu yang menjadi lokasi percontohan akan ditata sepanjang sekitar 170 meter. Pemerintah Kota Makassar melihat revitalisasi tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan, tetapi juga berpotensi mendukung mobilitas warga dan mempercantik kawasan sekitar.
Appi mengatakan penataan kanal perlu dilakukan secara terpadu agar manfaatnya tidak berhenti pada pembenahan badan air. Menurutnya, kanal yang tertata dapat membantu mengoptimalkan fungsi aliran air sekaligus mendukung pengurangan persoalan genangan saat musim hujan.
Selain itu, badan jalan di sisi kanal dapat dikembalikan fungsinya sehingga berpotensi menjadi jalur alternatif bagi kendaraan dan membantu mengurai kepadatan lalu lintas.
“Penataan kanal ini tidak hanya soal maintanance (perawatan lingkungan), tetapi juga bisa menjadi jalur alternatif pengurai kemacetan dan estetika kota,” ujarnya.
Konsep revitalisasi juga akan mencakup penataan aliran air, badan kanal, jalan di sekitar kanal, hingga pengendalian sampah secara berkelanjutan.
Pemkot Makassar, kata Appi, siap melibatkan perangkat daerah teknis serta jajaran kecamatan untuk mendukung proses penataan dan pelaksanaan di lapangan.
Revitalisasi Kanal Panampu tersebut juga diharapkan menjadi proyek percontohan atau pilot project. Jika pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, konsep penataan serupa dapat diterapkan pada kanal-kanal lain di Kota Makassar.
Kepala Pusdal LH Suma Azri Rasul mengatakan pekerjaan fisik revitalisasi ditargetkan selesai pada akhir 2026. Dengan target tersebut, kawasan kanal diharapkan sudah dapat dimanfaatkan masyarakat menjelang Ramadan mendatang.
Tak hanya berorientasi pada fungsi lingkungan dan infrastruktur, kawasan Kanal Panampu juga diarahkan memiliki nilai wisata. Penataan tersebut akan dipadukan dengan peluang keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita mau jadikan kanal ini kita tata jadi menarik bisa jadi wisata baru, jadi pilot program penataan kanal yang juga akan melibatkan UMKM,” ujar Azri.
Menurut Azri, pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui kolaborasi berdasarkan kewenangan teknis masing-masing pihak. Pemerintah Kota Makassar, Pusdal LH Suma, dan BBWS Pompengan Jeneberang akan terlibat dalam proses penataan kawasan tersebut.
Koordinasi lintas pemerintahan juga akan diperluas dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam pembahasan lanjutan.
“Insya Allah, kami juga akan undang provinsi untuk membahas ini bersama,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan