JURNALNEWS.CO.ID – Di tengah wabah covod -19 ini, guru telah berusaha untuk memberikan yang terbaik terhadap peserta didik dalam bidang pendidikan, agar peserta didik dapat mencapai tujuan pendidikan. Hampir tidak ada yang menyangka, pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi Covid-19.

Kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah, dengan sistem online.

Sistem pendidikan online tentu tidak mudah. Di samping disiplin pribadi untuk belajar secara mandiri, ada fasilitas dan sumber daya yang mesti disediakan.

Mencermati kondisi yang sampai saat ini belum juga ada kepastian kapan masa pandemi akan berakhir, yang sudah berlangsung selama  4 tahun, tentu diperlukan langkah-langkah strategis terkait pelaksanaan pembelajaran di masa  pandemi ini.

Langkah ini dipandang sangat penting karena jika tidak ada persiapan matang sejak awal, maka dimungkinkan akan terjadi loss generation atau bahkan education death (kepunahan pendidikan).

Dalam arti pendidikan sebagai sebuah proses yang membersamai pembelajaran tidak hadir secara nyata (induktik) atau bahkan punah sama sekali.

Dengan sistem pembelajaran jarak jauh , kemungkinan akan timbul beberapa masalah-masalah dalam berlangsungnya proses pembelajaran.

Tentunya peserta didik maupun tenaga pendidik dari semua kalangan diharuskan memiliki akses jaringan internet yang baik. Namun, banyak daerah-daerah yang memiliki akses internet kurang baik atau tidak lancar sehingga menjadi salah satu kendala berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dengan baik.

Tidak sedikit peserta didik yang tidak mendapatkan hasil pembelajaran secara maksimal. Baik dari materi pelajaran maupun tugas-tugas yang diberikan oleh tenaga pendidik selama pandemi Covid-19 ini berlangsung.

Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan atau diwajibkan untuk datang ke sekolah untuk melaksanakan pembelajaran.

Banyak sarana yang pada akhirnya diterapkan oleh tenaga pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh.

Sarana pembelajaran jarak jauh tersebut tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Di masa adaptasi kebiasaan baru masa Covid-19 ini, diterbitkannya SKB 4 Menteri : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menang) Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang penduan Penyelegaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 perlu diterjemahkan secara bijak oleh banyak pihak, khususnya penyelenggara lembaga pendidikan dan pembelajar.

Tugas mencerdaskan dan membuat bangsa ini berkarakter itu bukan hanya Kementerian Pendidikan dan Kebuyaaan, apalagi di masa Covid-19. Tentu, masalah koneksi internet semestinya menjadi domain Kementerian Komunikasi dan Informasi, lalu masalah kesehatan jelas berada di koordinasi Kementerian Kesehatan.

Sekiranya kementerian kementerian saling bahu-membahu mempersiapkan infrastrukturnya maka tidak ada yang mustahil membangun kualitas intelektualitas peserta didik yang tetap sehat di masa adaptasi kebiasaan baru era Covid-19.

Praktik pendidikan di era digital memerlukan inovasi dan kreasi yang terus-menerus sehingga guru maupun anak didik tidak mudah mengalami kejenuhan dan kebosanan.

Di samping beberapa kendala yang muncul terdapat beberapa hal positif yang dapat diperoleh dari pandemi Covid-19 yang tanpa kita sadari.

Dengan sistem pembelajaran yang dilaksanakan secara jarak jauh, di mana peserta didik banyak melakukan kegiatan di rumah sehingga dapat mempermudah para orang tua untuk memonitoring anak-anaknya.

Pada dasarnya pandemi Covid-19 memberikan dampak-dampak yang dapat melemahkan aktivitas manusia pada umumnya.

Tidak dapat dipungkiri pada awalnya banyak masyarakat yang beranggapan bahwa masa pandemi Covid-19 adalah masa yang menyulitkan umat manusia.

Tanpa kita sadari banyak sisi-sisi positif yang dapat kita petik dari pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia hingga saat ini. Dampak yang dirasakan memang sangat nyata dan dapat dirasakan oleh setiap orang.

Namun, masyarakat tidak bisa menjadikan pandemi Covid-19 sebagai sebab untuk tidak melaksanakan kegiatan terutama dalam bidang pendidikan. Kita sangat berharap Pandemi Covid 19 bisa segera berakhir, sehingga sekolah bisa dimulai lagi. Dan seluruh peserta didik dan juga pendidik, bisa melakukan pembelajaran secara wajar yaitu secara tatap muka.

Karena ikatan antara Peserta didik dengan Pendidik tidak bisa digantikan dengan teknologi pembelajaran virtual.

Penulis :  Leonsius Naltan Jajin (Mahasiswa UNIVERSITAS KATOLIK )