JURNALNEWS.CO.ID – Corona virus merupakan virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Virus ini menyerang sistem pernapasan seperti flu ringan hingga menyebabkan penyakit serius seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Cina pada Desember 2019. Virus ini dapat meyerang siapa saja, mulai dari orang tua, dewasa, dan juga anak – anak.
Dengan adanya virus corona ini pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar tidak terjadi kenaikan kasus positif covid -19 di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah seperti penerapan peraturan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan), sosial distancing, PSBB, karantina, PPKM, dll.
Hal tersebut kini seolah telah menjadi kebiasaan baru ditengah masyarakat. Sayangnya, kebiasaan baru ini menyebabkan dampak yang serius bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya kesehatan fisik saja yang terkena dampaknya, namun kesehatan mental masyarakat juga tengah diuji ditengah pandemi seperti sekarang ini.
Menurut Daradjat, kesehatan mental merupakan suatu kondisi dimana terjadi keharmonisan dalam kehidupan yang terwujud antara fungsi – fungsi jiwa, kemampuan dalam menghadapi masalah, serta mampu merasakan kebahagiaan. Kesehatan mental merujuk pada kondisi dimana seseorang terhindar dari gejala – gejala gangguan jiwa.
Orang yang sehat secara mental adalah orang yang dalam jiwa atau hatinya merasakan ketenangan, dan merasa aman. Ciri – ciri seseorang yang memiliki mental yang sehat adalah terhindar dari gangguan kejiwaan, mampu beradaptasi, mampu memanfaatkan kelebihannya/potensi dalam dirinya, serta mampu merasakan kebahagiaan dalam dirinya dan orang lain.
Sedangkan kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika seseorang merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup serta menerima orang lain sebagaimana seharusnya dan mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Di masa pandemi seperti sekarang ini, menjaga kesehatan mental tidak kalah penting dengan menjaga kesehatan fisik. Karena dimasa sulit sekarang ini, masyarakat rentan terkena gangguan pada kesehatan mental mereka.
Penyakit yang telah menelan 53.292 korban jiwa di seluruh dunia hingga April 2020 ini telah menimbulkan banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat.
Setiap menitnya, masyarakat selalu disugui oleh berita dan informasi seputar COVID-19, baik melalui TV, media sosial, ataupun internet. Maka tak heran jika banyak masyarakat yang mengalami gangguan mental seperti rasa kekhawatiran yang berlebihan di tengah pandemi penyakit yang ditimbulkan oleh virus corona tersebut.
Gangguan kesehatan mental ditengah pandemi covid-19 dapat muncul akibat rasa takut yang berlebihan terhadap wabah virus corona, rasa kesepian dan terasingkan selama menjalani karantina, serta simpang siurnya informasi hoax yang menyebabkan kebingungan masyarakat awam.
Tidak hanya itu, kebijakan – kebijakan pemerintah seperti penerapan social distancing, PSBB dan PPKM yang membatasi semua aktivitas masyarakat juga dapat menimbulkan dampak yang cukup serius bagi kesehatan mental khususnya pada orang dewasa.
Mereka merasakan kekhawatiran dan kecemasan yang berlebihan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Tidak hanya orang dewasa saja, anak muda seperti pelajar juga dapat mengala mi gangguan kesehatan mental dimasa pandemi ini.
Hal tersebut disebabkan oleh adanya tekanan yang didapatkan selama sekolah daring/online. Para pelajar merasa jenuh, bosan, dan bahkan tertekan dengan diterapkannya sekolah daring/online yang telah berjalan lebih dari 1 tahun lamanya. Sehingga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental seperti depresi, insomnia, stress, dan tertekan.
Kecemasan dan gangguan mental lainnya kemudian akan menimbulkan ketidakseimbangan di otak, yang pada akhirnya timbul menjadi gangguan psikis, atau disebut juga psikosomatik. Menurut Yosef, Investor Relations PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) menjaga kesehatan mental ditengah pandemi merupakan hal yang penting.
Karena apabila mental terganggu maka hal itu dapat menyebabkan menurunnya tingkat imune / daya tahan tubuh. Sedangkan dimasa pandemi ini kita dituntut harus memiliki imune yang kuat untuk menangkal virus corona.
Selama masa pandemi ini pemerintah dan organisasi profesi telah membuka layanan untuk berkonsultasi mengenai kesehatan mental dan jiwa. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis melalui aplikasi “Sehat Jiwa”.
Adapun upaya untuk menjaga kesehatan mental ditengah pandemi covid-19 ini salah satunya yaitu beradaptasi dengan apa yang tengah terjadi sekarang ini, adaptasi diri bisa dimulai dengan mindset dan motivasi.
Selain itu menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan cara selalu berfikir positif, melakukan kegiatan fisik seperti olah raga, terapkan pola makan dan tidur yang teratur, istirahat yang cukup, kurangi menonton, membaca atau melihat berita – berita tentang covid – 19 atau bahkan berita hoax yang dapat menyebabkan ketakutan dan kecemasan yang berlebih, tetap menjaga hubungan dan komunikasi baik dengan keluarga, kerabat, dan teman agar tidak merasa kesepian dan terasingkan.
Melakukan hobi membantu meningkatkan mood dan positivitas serta melepaskan tekanan stres. Menulis contohnya, tidak perlu menuangkan hal-hal yang berat dalam sebuah tulisan.
Menulis bebas seperti menuangkan perasaan, menjabarkan sisi positif atau hal yang bisa disyukuri membantu kita untuk memupuk bahan bakar berupa energi positif.
Menulis juga bisa berupa menulis di otak. Menulis di otak dalam arti menginput informasi melalui pancaindra, nyata ataupun abstrak, termasuk yang kita pikirkan, rasakan, bahkan ”lamunkan” (Abbas, 2020). Hobi lain seperti melukis, bermain game, menyanyi, menari, berolahraga, dll Cara – cara tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat agar terhindar dari gangguan kesehatan mental ditengah pandemi seperti sekarang ini.
Karena jiwa dan mental yang sehat dapat membantu meningkatkan imune tubuh dimasa pandemi covid – 19. Menyadari bahwa kecemasan akibat COVID-19 telah menyelimuti banyak masyarakat, maka World Health Organization (WHO) pada Maret 2020 merilis panduan bagi masyarakat untuk sama-sama menjaga kesehatan mental.
Caranya ialah dengan melakukan beberapa hal berikut:
1. Cobalah berempati,
2. Kurangi stigma negatif terhadap pasien COVID-19,
3. Batasi diri dari paparan berita dan media sosial,
4. Lindungi diri sendiri dan keluarga,
5. Berikan dukungan pada tenaga medis,
6. Saling mendukung sesama,
7. Olahraga Teratur,8. Menerapkan pola makan sehat.
Penulis : Alvin Aziz Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang

Tinggalkan Balasan