JURNALNEWS.CO.ID — Polemik penggantian nasi dengan kentang dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mappasaile, Kabupaten Pangkep, menuai beragam respons dari masyarakat.
Perdebatan mencuat setelah menu kentang sebagai pengganti nasi viral di media sosial. Sorotan publik terutama tertuju pada porsi kentang yang dinilai tidak setara dengan nasi, sehingga dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan energi siswa.
Ketua Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Sulawesi Selatan, Manji Lala, menilai berdasarkan gambar menu yang beredar, porsi kentang kemungkinan belum memenuhi standar kebutuhan gizi jika dibandingkan dengan acuan Kementerian Kesehatan.
“Kalau melihat gambar yang beredar, kemungkinan porsinya masih kurang. Untuk menyamai satu porsi nasi, setidaknya dibutuhkan dua kentang ukuran sedang. Namun untuk memastikan cukup atau tidaknya, tetap harus dihitung berdasarkan berat dalam gram,” ujar Manji saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara prinsip gizi, kentang sah-sah saja menggantikan nasi sebagai sumber karbohidrat dalam menu MBG.
“Secara prinsip gizi, nasi sangat bisa diganti dengan kentang karena kentang juga merupakan sumber karbohidrat yang baik. Jadi secara konsep tidak masalah, yang penting porsinya tepat dan menu tetap seimbang dengan lauk, sayur, dan buah,” jelasnya.
Mengacu pada Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2017 terbitan Kementerian Kesehatan RI, nasi per 100 gram mengandung 180 kilokalori energi dan 39,8 gram karbohidrat. Sementara kentang per 100 gram mengandung 62 kilokalori energi dan 13,5 gram karbohidrat.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa untuk menyamai kandungan energi dan karbohidrat satu porsi nasi, jumlah kentang perlu disesuaikan.
“Artinya, jika ingin setara dengan satu porsi nasi, jumlah kentang memang harus disesuaikan agar kebutuhan energi siswa tetap terpenuhi. Minimal sekitar dua kentang ukuran sedang,” tambahnya.
Selain soal porsi, Manji juga mengingatkan pentingnya cara pengolahan agar nilai gizi kentang tetap terjaga.
“Cara olah yang disarankan adalah direbus, dikukus, atau dipanggang. Hindari digoreng terlalu lama atau ditambah banyak minyak dan garam,” katanya.

Tinggalkan Balasan