Jakarta, JURNALNEWS.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan komitmennya dalam menyiapkan pembangunan infrastruktur digital yang dapat memperkuat tulang punggung transformasi ekonomi nasional.

“Presiden Prabowo Subianto seringkali mengingatkan bahwa memperkuat infrastruktur itu sama saja memperkuat tulang punggung dari transformasi ekonomi. Tentu, infrastruktur yang berdampak,” ujar Menko AHY, Kamis (30/10/2025).

AHY menambahkan, selain pembangunan infrastruktur fisik dan digital, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap tata kelola keamanan siber. Ia menilai, kejahatan siber kini menjadi ancaman serius yang dapat datang dari aktor negara maupun non-negara.

“Menurut Menko AHY, kejahatan siber merupakan salah satu ancaman militer maupun non-militer di dunia yang bisa dilakukan oleh aktor negara maupun aktor non-negara. Banyak orang yang memiliki kemampuan untuk menembus, merusak, dan mengganggu sistem siber dan ekonomi digital, termasuk Indonesia. Kita harus waspada dan harus mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang efektif,” ujarnya.

Selain memperkuat infrastruktur dan keamanan siber, AHY menekankan pentingnya peningkatan literasi digital serta literasi keuangan masyarakat. Ia menilai, Indonesia memiliki potensi besar karena sekitar 70 persen penduduknya merupakan kelompok produktif muda yang memiliki kemampuan teknologi yang baik.

“Ini harus dibarengi juga dengan pemahaman terhadap ekonomi digital, apalagi masyarakat yang mungkin tidak atau belum begitu familier dengan manfaatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, AHY berharap penguatan sektor ekonomi digital tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri. Menurutnya, pembangunan digital harus bersifat inklusif dan membuka akses seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Dalam benak kita, dalam mengambil kebijakan, dalam menjalankan program-program prioritas, selalu berprinsip bahwa tidak boleh ada yang tertinggal. No one and no region is left behind,” tegas Menko AHY.