JURNALNEWS.CO.ID – Pemerintah Kota Makassar terus mempercepat upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Langkah tersebut diwujudkan dengan kunjungan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, ke PT Enviro Mas Sejahtera di Denpasar, Bali, Minggu (5/7/2026).
Kunjungan yang berlangsung di kantor perusahaan di Jalan Kusuma Bangsa, Denpasar Utara, itu menjadi bagian dari agenda studi dan konsultasi terkait penerapan teknologi pengolahan sampah modern. Pemerintah Kota Makassar ingin mempelajari berbagai inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di kota tersebut.
Aliyah didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman. Selama kunjungan, rombongan memperoleh penjelasan langsung dari Direktur PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus pengembang teknologi SOMYA Digester, Agung Ngurah Panji Astika, mengenai sistem pengolahan sampah organik berbasis teknologi yang diklaim cepat, efisien, dan ramah lingkungan.
Aliyah menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, didukung inovasi dan teknologi yang tepat agar penanganannya lebih optimal.
“Kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Makassar untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan sampah. Kami berharap berbagai inovasi yang diperoleh dapat menjadi referensi sekaligus bahan evaluasi dalam memperkuat sistem pengelolaan persampahan di Kota Makassar sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Menurutnya, pengalaman dan teknologi yang telah diterapkan di sejumlah daerah dapat menjadi referensi penting dalam menyusun strategi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan di Makassar.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, menyampaikan bahwa kondisi persampahan di Makassar membutuhkan langkah cepat dengan dukungan teknologi, terutama untuk mengolah sampah organik yang mendominasi volume sampah harian.
“Persoalan sampah sudah menjadi kondisi darurat, termasuk di Makassar. Karena itu kita membutuhkan banyak teknologi dan berharap teknologi SOMYA ini nantinya juga dapat hadir di Makassar. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota bersama Tim Percepatan Pembangunan Daerah sebagai bahan pertimbangan untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar,” kata Helmy.
Ia menjelaskan, sekitar 56 hingga hampir 60 persen timbulan sampah di Kota Makassar merupakan sampah organik. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan sistem pengolahan yang lebih modern agar proses penanganannya berlangsung lebih cepat.
“Kalau seluruh persoalan sampah tidak diselesaikan dengan teknologi, tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu kami terus mencari berbagai inovasi yang dapat mempercepat penyelesaiannya,” jelasnya.
Helmy juga mengungkapkan bahwa tempat pemrosesan akhir (TPA) di Makassar masih dalam tahap pembenahan setelah sebelumnya menggunakan sistem open dumping. Pemerintah kota menargetkan sistem tersebut dapat dihentikan sepenuhnya dalam waktu dekat.
“Insyaallah tahun ini kami terus melakukan perbaikan. Mudah-mudahan pada Agustus nanti sistem open dumping dapat ditutup sepenuhnya. Ke depan TPA hanya menerima sampah residu, sedangkan sampah organik akan diolah sejak dari sumber melalui pemilahan dan pengolahan yang lebih baik. Karena itu teknologi seperti SOMYA menjadi salah satu solusi yang sangat menarik untuk dipelajari,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur PT Enviro Mas Sejahtera, Agung Ngurah Panji Astika, menyambut baik kunjungan Pemerintah Kota Makassar. Ia berharap teknologi yang dikembangkan perusahaannya dapat dimanfaatkan lebih luas oleh berbagai pemerintah daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Wakil Wali Kota Makassar beserta jajaran. Harapan kami, teknologi SOMYA tidak hanya digunakan di Bali, tetapi juga dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Apalagi pemerintah telah mendorong penghentian sistem open dumping, sehingga daerah membutuhkan teknologi yang mampu menyelesaikan persoalan sampah secara cepat dan efektif,” ujar Agung.
Agung menjelaskan, SOMYA Digester mampu mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu sekitar empat hingga delapan jam. Teknologi tersebut juga diklaim mampu mengurangi volume sampah hingga hampir 90 persen tanpa proses pembakaran, sehingga tidak menghasilkan emisi karbon maupun gas penyebab bau.
Selain dilengkapi sistem Human Machine Interface (HMI) berbasis layar sentuh, mesin tersebut dirancang agar mudah dioperasikan dan tidak membutuhkan lahan luas. Teknologi ini dapat ditempatkan langsung di lokasi penghasil sampah seperti hotel, restoran, rumah sakit, kawasan komersial, hingga fasilitas publik lainnya.
“Keunggulan lainnya, mesin ini dapat ditempatkan langsung di lokasi sumber sampah sehingga pengolahan dapat dilakukan sejak dari sumbernya. Inilah yang kami harapkan dapat menjadi solusi bagi kota-kota di Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan,” tutup Agung.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat memperkuat kerja sama dengan PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus mengkaji peluang penerapan teknologi SOMYA Digester sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kebersihan, mengurangi dampak lingkungan, dan mempercepat terwujudnya Makassar sebagai kota yang bersih, sehat, serta berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan