JURNALNEWS.CO.ID – Siapa sih yang tidak mengenal Tolak Angin? Tolak Angin adalah salah satu produk obat herbal yang diproduksi oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang diformulasikan pertama kali pada tahun 1930. Tolak Angin ini memiliki beberapa varian, seperti Tolak Angin Madu, Tolak Angin Flu, Tolak Angin Anak, Tolak Angin Sugar Free, Tolak Angin Tablet dan Permen Tolak Angin.
Produk Tolak Angin ini diproduksi menggunakan bahan-bahan alami seperti jahe, daun mint, adas, kayu ules, daun cengkeh, kayu manis, madu, beras, kapulaga, pala, pegagan, biji kedawung, kayu angina, valerian, gingseng dan royal jelly yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh meringankan gejala masuk angin seperti sakit kepala, tenggorokan sakit, hidung tersumbat, bersin-bersin, badan meriang, mual dll.
Dalam memproduksi produk Tolak Angin ini perusahaan akan memberikan kualitas dan mutu yang baik untuk para konsumennya salah satunya dengan menjaga kehigenisannya, sebab produk Tolak Angin ini merupakan salah satu produk jamu-jamuan atau obat herbal yang dikonsumsi langsung oleh manusia jadi produk ini harus dijaga kebersihannya dan kualitasnya sehingga roduk Tolak Angin ini aman dikonsumsi oleh siapa saja mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua yang sudah lanjut usia.
Produk ini memiliki 3 varian bentuk yaitu cair yang dikemas dengan menggunakan kemasan plastic sachet, untuk jenis tablet dikemas dengan menggunakan plastic untuk masing-masing tabletnya dan untuk kemasan permen juga dikemas denggan menggunakan plastic.
Tolak Angin disini memiliki keunggulan yaitu sudah bersertifikasi halal dan sudah terpercaya oleh semua masyarakat terutama di Indonesia, selain itu produk ini juga terpercaya memiliki banyak khasiat yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan yang sudah terpercaya sejak jaman dahulu, kemudian harga yang masih relative murah sehingga dapat di jangkau oleh semua kalangan, selanjutnya produk ini mudah ditemui dimanapun sebab produk Tolak Angin ini telah didistribusikan di seluruh Indonesia dan di luar negeri.
Selanjutnya untuk kelemahannya sendiri mungkin tidak terlalu banyak sebab sudah banyak masyarakat yang cocok dengan produk ini, salah satunya mungkin produk ini tidak cocok untuk ibu hamil, bayi atau anak dibawah 1 tahun, dan produk tidak cocok untuk campuran obat laiinya sebaiknya jika kita sedang mengkonsumsi obat berikan jeda terlebih dahulu selama kurang lebih 2 jam supaya obat yang sedang kita konsumsi bereaksi terlebuh dahulu sebab produk ini dapat memberikan efek resiko terhadap obat lainnya, kemudian kalau menurut pendapat saya mungkin untuk pengemasannya yang masih menggunakan plastic dimana kita tau plastic adalah benda yang sulit untuk terurai.
Produk Tolak Angin ini memiliki daya tarik yang kuat dikalangan masyarakat, sebab Tolak Angin ini adalah salah satu obat herbal dengan harga terjangkau serta memiliki khasiat yang sudah terpecaya apalagi saat ini cuaca di Indonesia yang tidak menentu ditambah selama 2 tahun belakangan tengah gempar adanya corona virus membuat Tolak Angin ini banyak dicari masyarakat sebagai dopingan untuk ketahanan tubuh mereka supaya tubuh mereka tidak mudah sakit. Dikutip dari Notulen Public Expose PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk pada tahun 2022 (https://investor.sidomuncul.co.id/misc/QnA/QnA-Pubex-2021.pdf · PDF file), dalam pasar Tolak Angin ini masih tetap stabil di kisaran 70% hingga 71 dan tidak ada indikasisi penurunan penjualan malah semakin menaik di setiap tahunnya.
Berdasarkan peryataan diatas, produk Tolak Angin sendiri merupakan produk herbal yang memiliki khasiat untuk tubuh manusia agar terhindar dari penyakit sehingga produk ini sangat dibutuhkan masyarakat. Saran yang ingin penulis sampaikan untuk PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk ini terutama untuk produk Tolak Angin sendiri adalah tetaplah menjaga kepercayaan masyarakat dengan kualitas-kualitas yang telah dimiliki serta jangan menaikan harga terlalu tinggi, sebab masyarakat sudah banyak yang cocok dengan produk ini terutama bagi kalangan tengah dan bawah, dan untuk pengemasannya mungkin dapat menggunakan kardus atau plastic yang mudah terurai.
Oleh: Wulan Sekartyasmara, Mahasiswa Dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Tinggalkan Balasan