JURNALNEWS.CO.ID – Kerawang Gayo merupakan motif ukiran yang jadi tradisi khas dari wilayah Gayo Takengon Aceh Tengah. Kerawang Gayo merupakan nama istilah terhadap motif- motif ukir pada suku Gayo di Provinsi Aceh. Motif yang ada pada kayu bangunan rumah, bahan anyaman, gerabah, logam, serta kain ialah kerawang. Motif kerawang diukir pula pada gading, kayu serta disulam pada kain selaku aksesoris rumah suku Gayo. Motif kerawang jadi bagian istimewa dalam kehidupan warga Gayo.

Sejarah kerawang Gayo bermula pada dikala nenek moyang suku Gayo tinggal di Gayo. Dulu pada perkembangannya kerawang ialah hasil sebuah pikiran dari para pemangku adat ataupun Tokoh- tokoh adat.

Secara cermat serta teliti pemangku adat memikirkan serta meramalkan saat sebelum menetapkan simbol- simbol yang pas buat terbuat, nyatanya hasil pikiran serta ramalan tersebut berbuah hasil suatu motif- motif yang dikira simbol- simbol yang setelah itu disebut kerawang.

Simbol- simbol kerawang difungsikan selaku simbol- simbol yang meliliki arti tentang” tutunan serta tatanan” di bermacam aspek kehidupan warga. Sehingga di harapkan warga Gayo bisa memegang teguh pedoman dalam berprilaku cocok simbol- simbol yang terdapat pada motif Kerawang Gayo. Motif- motif yang ada pada adat Gayo merupakan mata itik, pucuk rebung, sesirung, leladu, mun berangkat, tulen iken, puter tali, bunge kipes, gegaping, panah serta motif selalu.

Warna bawah kerawang Gayo mengenakan kain warna Item (hitam), sedangkan untuk motifnya memakai kombinasi warna Ilang (merah), Putih (putih), ijo (hijau) serta Using (kuning).

Berikut penjelasan ataupun arti dari motif yang digunakan dalam motif Kerawang Gayo:

Hitam adalah hasil keputusan adat

Merah sebagai berani( mersik) berperan dalam kebenaran

Putih sebagai tanda suci dalam tindakan lahir serta batin

Hijau sebagai tanda kejayaan serta kerajinan( lisik) di dalam kehidupan sehari- hari

Kuning sebagai tanda hati- hati( urik) dalam berperan.

Jadi, bersumber pada penjelasan dari motif kerawang Warga Gayo dilambangkan selaku warga yang Mersik (berani), Lisik (giat) serta Urik (cermat).

Berikut uraian tentang arti motif yang ada pada baju adat Gayo :

MATA ITIK memiliki arti kalau yg turut memastikan dalam kehidupan warga Gayo Lues merupakan penghulu, ulama serta kalangan cerdik pandai.

PUCUK REBUNG memiliki arti warga Gayo Lues menyayangi keadilan serta kedamaian.

SESIRUNG memiliki arti kalau dalam kehidupan warga Gayo Lues senantiasa saling menolong.

LELADU bermakna kalau warga Gayo Lues mempunyai harkat serta martabat serta berwibawa.

MUN BERANGKAT bermakna kalau masyarakata Gayo Lues memiliki cita- cita serta tata metode dalam kehidupan bermasyarakat.

TULENNI IKEN bermakna warga Gayo Lues mempunyai watak buat membela diri dalam kebenaran. Khawatir sebab salah serta berani sebab benar.

PUTER TALI bermakna dalam kehidupan warga Gayo Lues ada kesatuan serta persatuan.

BUNGE KIPES memiliki arti kalau Warga Gayo Lues memiliki harmonis antara manusia dengan Tuhan (Hablumminallah) manusia dengan manusia (Hablumminannas) serta manusia dengan lingkungannya.

GEGAPING memiliki makan kalau warga Gayo Lues mempunyai ketaatan terhadap pemerintahan agama serta adat istiadat.

BUNE PANAH memiliki maknabahwa warga Gayo Lues mempunyai watak keterbukaan dalam menerima serta melaksanakan syarat seluruh perihal yang berlawanan dengan agama serta adat.

MOTIF SELALU bermakna kalau warga Gayo mempunyai watak kejujuran serta ketulusan hati dalam menempuh kehidupan tiap hari.

Saat ini ini kain kerawang gayo banyak digemari buat terbuat baju, tas, kerajinan tangan, dll. Bukan cuma warga gayo yang menggemari tetapi pula warga diluar provinsi Aceh pula menggemari kerawang gayo.

Rupanya yang menarik dan motifnya yang unik serta indah jadi salah satu sebabnya. Namun sayangnya belum banyak yang ketahui sejarah serta arti dari warna serta simbol dari motif Kerawang Gayo. Mudah- mudahan dengan membaca postingan ini kita dapat lebih menguasai serta melindungi kelestariannya.