Banda Neira adalah salah satu dari sepuluh pulau vulkanik di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku. Di balik keindahan alamnya, Banda Neira pernah menjadi satu-satunya daerah penghasil rempah-rempah di dunia.
Banda Neira juga pernah menjadi tempat pengasingan Bung Hatta dan Sutan Syahrir oleh Belanda pada tahun 1936. Sebelum dipindahkan ke Rumah Pengasingan Hatta-Sjahrir di Sukabumi pada 1 Februari 1942, untuk persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Itu fakta sejarah menarik yang mengiringi keindahan Banda Neira. Lantas, bagaimana dengan keindahan alamnya? Diprediksi destinasi wisata, surga di kawasan timur Indonesia, menjadi kawasan yang dijanjikan.
Keindahan alamnya memang tidak perlu diragukan lagi. Sebagai surga di Indonesia bagian timur dan memiliki pemandangan alam yang eksotis dan masih terjaga hingga sekarang.
Tak hanya keindahan gemerlap laut yang mengelilingi setiap sudut kawasan niera. Tetapi juga terumbu karang dan kekayaan bawah laut yang menjadikan sebagai situs menyelam yang diakui secara internasional.
Belum lagi keberadaan situs sejarah yang akan membawa kita mengenal lebih dalam keindahannya sebagai kawasan yang diperebutkan oleh bangsa Eropa.
Sebanyak 30 lokasi penyelaman yang tersebar di setiap jengkal pulau. Namun, ada satu tempat yang menarik untuk dikunjungi karena proses pembentukannya yang tidak biasa, yaitu Aliran Lahar. Lokasi ini berada di bagian utara Gunung Api Banda.
Aliran lahar hasil letusan pada tahun 1988 menciptakan pertumbuhan karang dan memberi kehidupan pada biota laut di perairan tersebut.
Salah satu penghuni laut Banda Neira yang wajib kamu temui saat menyelam adalah Lion Fish. Bahkan, tempat itu sering disebut sebagai Tample of Lion Fish.

Tinggalkan Balasan