Makassar, JURNALNEWS.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Panakkukang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pembakaran sampah yang menimbulkan kepulan asap tebal di kawasan Jalan Dr. Leimena atau Jalur 2 Middle Ring Road, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Senin (20/7/2026).
Asap yang membumbung dari lokasi pembakaran sempat mengganggu jarak pandang pengendara yang melintas dari arah Jalan Perintis Kemerdekaan menuju Kecamatan Manggala maupun sebaliknya. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah kecamatan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar langsung turun ke lokasi untuk memadamkan api.
Camat Panakkukang, Syahril, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kebakaran yang berulang di kawasan tersebut bukan semata-mata disebabkan tumpukan sampah, melainkan diduga dipicu oleh seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap membakar sampah di lokasi.
“Saya bersama pak Lurah sudah ke lokasi di Jalan Middle Ring Road (Jalan Dr. Leimena), Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, informasi kami dapatkan bahwa bakar sampah ODGJ,” ujar Syahril.
Ia menjelaskan, penanganan cepat dilakukan sebagai respons atas laporan warga yang masuk melalui aplikasi Lontara+. Selain memadamkan api, petugas juga memberikan teguran kepada pelaku yang ditemukan membakar sampah serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuang maupun membakar sampah secara sembarangan.
Menurut Syahril, kawasan di sepanjang Jalan Dr. Leimena masih didominasi lahan terbuka dengan vegetasi dan semak belukar. Kondisi minim penerangan pada malam hari membuat lokasi tersebut kerap dimanfaatkan oknum untuk membuang sampah secara ilegal.
“Persoalan ini memang sudah sering berulang. Lokasinya berada di Jalan Middle Ring Road yang areanya sangat luas,” tuturnya.
“Di sisi kiri dan kanan masih berupa kawasan berhutan sehingga pada malam hari kondisinya gelap. Banyak orang memanfaatkan situasi itu untuk membuang sampah,” sambung Syahril.
Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah kecamatan, tumpukan sampah yang dibuang secara liar kemudian dibakar oleh seorang ODGJ yang diduga rutin mendatangi lokasi tersebut. Asap dari pembakaran itu kerap memicu keluhan masyarakat karena menyebar hingga ke badan jalan.
“Karena lokasinya dekat kawasan hutan, asap yang ditimbulkan cukup banyak sehingga sering memicu laporan masyarakat,” katanya.
Syahril mengungkapkan, kejadian serupa telah beberapa kali ditangani bersama Damkarmat Kota Makassar. Bahkan, petugas telah berulang kali melakukan penyiraman untuk mencegah api meluas.
“Sudah sekitar empat kali kami bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penyiraman di lokasi ini. Jadi bukan hanya hari ini, tetapi sudah berulang kali ditangani,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah kecamatan, ODGJ yang diduga melakukan pembakaran berasal dari wilayah Moncongloe. Orang tersebut disebut datang pada dini hari untuk membakar tumpukan sampah sebelum kembali meninggalkan lokasi.
“Informasi yang kami peroleh, pada siang hari yang bersangkutan berada di wilayah Moncongloe. Namun sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 Wita dia datang ke lokasi ini untuk membakar tumpukan sampah,” terangnya.
Meski demikian, Pemerintah Kecamatan Panakkukang tetap melakukan pembersihan sampah setiap hari. Namun upaya tersebut sering terkendala karena masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk dari kawasan perbatasan Kota Makassar.
“Setiap hari kami melakukan pembersihan. Tetapi setelah malam, kembali ada yang membuang sampah, baik dari wilayah sekitar maupun dari daerah perbatasan,” bebernya.
“Bahkan terkadang ada kendaraan yang datang pada tengah malam untuk membuang sampah di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan,” tambah Syahril.
Pemerintah Kecamatan Panakkukang mengimbau masyarakat untuk tidak membuang maupun membakar sampah di kawasan Jalan Dr. Leimena. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah kebakaran dan pencemaran udara.
Ke depan, pemerintah kecamatan juga akan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna menangani ODGJ yang diduga menjadi pelaku pembakaran serta meningkatkan pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah liar di kawasan tersebut.
“Kami akan terus melakukan antisipasi. Sampahnya kami bersihkan setiap hari, sementara ODGJ yang diduga membakar juga akan kami upayakan penanganannya bersama pihak terkait,” imbuhnya.
Syahril memastikan api yang sempat membakar tumpukan sampah telah berhasil dipadamkan. Ia menegaskan setiap laporan masyarakat yang masuk akan selalu ditindaklanjuti secara cepat oleh pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Apinya sudah padam, aduan masyarakat selalu kami tindak lanjuti. Bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Kominfo. Jadi, bukan berarti laporan itu diabaikan, semuanya sudah kami respons,” tutup Syahril.(*)

Tinggalkan Balasan