JURNALNEWS.CO.ID – Kita bisa melampaui jumlah 169 juta orang Indonesia yang telah divaksinasi dengan dosis pertama, melampaui Brasil yang 166 juta. Kita di bawah China 1,2 miliar, India 880 juta, dan Amerika Serikat 246 juta,” kata Menhub. Kesehatan dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 10 Januari 2022 usai rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Menkes mengungkapkan, hampir seluruh provinsi di Tanah Air telah mencapai target vaksinasi 70 persen. Pekan lalu, tambah Menteri Kesehatan, Provinsi Aceh dan Provinsi Kalbar telah mencapai target tersebut.

“Hanya lima provinsi yang belum mencapai 70 persen penyuntikan pertama, yakni Sumbar, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Barat, dan Papua,” lanjutnya.

Untuk wilayah Jawa dan Bali, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan masih ada sejumlah masyarakat yang belum mendapatkan suntikan vaksin.

Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong percepatan vaksinasi, terutama bagi kabupaten/kota yang belum memenuhi target 70 persen vaksinasi dosis pertama.

“Kabar baiknya saat ini hanya ada dua kabupaten/kota di Jawa dan Bali dengan syarat dosis salah satunya di bawah 50 persen,” kata Luhut.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong percepatan vaksinasi pada anak. Luhut melaporkan, di wilayah Jawa-Bali, dosis pertama vaksin untuk anak sudah mencapai 30 persen.

“Dosis pertama untuk anak-anak, dosis di Jawa-Bali sudah mencapai 36 persen. Dari capaian ini, pemerintah masih belum puas dan kami ingin lebih mendorong agar jumlah vaksinasi untuk anak terus meningkat,” imbuhnya.

Mengenai dosis ketiga atau vaksin booster, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah merek vaksin untuk digunakan sebagai vaksin booster.

Airlangga memastikan merek vaksin yang digunakan sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). sudah menyiapkan vaksin booster.

Beberapa yang sudah mendapatkan EUA dari Badan POM adalah Sinovac, CoronaVac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax,” kata Airlangga.

Selain itu, kata Airlangga, dalam rapat terbatas Presiden juga menggarisbawahi pengembangan vaksin Merah Putih.

Saat ini beberapa jenis vaksin, seperti vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) sudah memasuki tahap uji klinis.

“Seperti kerjasama Unair dengan Biotis dan juga terkait vaksin BUMN dengan Baylor yang juga akan memasuki tahap uji coba. Kemudian juga terkait pengembangan vaksin Nusantara tentunya juga akan terus didorong,” imbuhnya.