JURNALNEWS.CO.ID, – E-sports. Dimasa sekarang, seseorang tidak luput dari yang namanya gedget Seiring  berkembangnya zaman peran game online mulai terlihat jelas, namun salama ini sebagian besar orang tua hanya melihatnya dari satu sisi saja. Terkadang sebagian besar orang tua berkata “main game mulu nanti kalo besar mau jadi apa”. Memang tidak salah kebanyakan orang tua pasti  berkata seperti itu, namun masih ada sudut pandang lain yang positif yang terdapat dari bermian game online. Tujuan saya menulis artikel ini adalah saya berharap agar kalian yang membaca tulisan ini memiliki pandangan lain terhadap game online .

Pada dasarnya bermain game itu tidak selalu buruk bila menegerti batasannya. Game di dunia E-sport indonesia pun sekarang semakin besar bahkan hingga mencapai sekala dunia. Berikut adalah dampak berkembannya e-sport di indonesia

• Meluasnya peluang kerja di indonesia

Hampir setiap anak muda sekarang memiliki cita cita menjadi pemain e-sports. Bukan karena dia malas malasan ,namun karena dari bermian game dapat menghasilan puluhan hingga jutaan. “Namun pemain profesional hanya sekitar 100 orang, perbandingan luar biasa cukup sulit, persaingannya. Bahkan tercipta profesi joki esports bagi orang yang ingin menaikan rating gimnya. Penghasilan joki sebulan bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp 20 juta. Ini artinya makin banyak peluang-peluang baru yang tercipta. Begitu juga dengan pofesi lainnya,” ungkap irawan.

• Memotivasi generasi muda agar terus berkembang

Masuk ke dalam dunia e-sports tidak lah semudah membalikan telapak tangan .Banyak hal yang harus kamu lewati bila ingin menjadi Pro Player atau bahkan lainnya yang berhubungan dengan e-sport. Sebagai  contoh kamu harus sering sering mengikuti lomba lomba antar sekolah,antar kampus,turnamen online ,turnamen cafe ,atau bahkan yang sekala nasional. Menurut Sandiaga “Jangan hanya jadi penonton, tapi jadilah pemain dan juara. Jangan jadi pecundang namun jadilah pemenang untuk mengapai prestasi yang lebih gemilang lagi,”.

• Mengharumkan nama indonesia

Indonesia mendapatkan prestasi di skala internasional. Tim e-sports Bigetron Red Aliens berhasil medapatkan juara dunia kompetisi PUBG Mobile Club Open Global Final 2019 Stage musim 2019. Kompetisi kelas dunia ini diadakan pada 29 November hingga 1 Desember 2019, di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim yang beranggotakan Made Bagas Pramudita (BTR Zuxxy), Made Bagus Prabaswara (BTR Luxxy), Muhammad Albi (BTR Ryzen) dan Nizar Lugatio (BTR Microboy) ini ada di puncak klasemen setelah konsisten mengalahkan tim lain. Bigetron memenangkan 5 dari 16 pertandingan yang mereka lakukan. Dengan hasil gemilang itu,Bigetron mendapatkan hadiah uang tunai senilai US$180.000 atau sekitar Rp2,5 miliar.

• Di apresiasi oleh pemerintah

Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku bahwa hal itu merupakan jawaban pemerintah dalam menyikapi kehadiran e-sports di Indonesia. Pemerintah sudah tidak lagi menilai e-sports sebagai permainan semata, namun menjadi cabang olahraga. Hal itu dipaparkan oleh Sri Wahyuni, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Kemenpora.

“Kemenpora mendukung penuh perkembangan e-sport sebagai produk olahraga. Ini juga menjadi sejarah baru kehadiran esports dalam ajang PON,” ujar Sri Wahyuni.

Itu adalah sebagian beasar dari dampak berkembanya e-sport di indonesia . Dengan masuknya e-sports pada cabang olahraga, para atlet profesional di bidang Esports tentunya berpotensi bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Ditambah lagi saat pandemi Kemenpora memberikan dukungan penuh pada e-sports Indonesia. Jadi marilah kita dukung perkembangan e-sports di indonesia agar makin berkembang hingga mengharumkan nama Indonesia.