Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID — PT Semen Tonasa menerima kunjungan Tim Asesor UNESCO Global Geopark dalam rangka proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, Kamis (30/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pengelolaan kawasan konservasi, pelestarian keanekaragaman hayati, serta perlindungan warisan budaya yang berada di kawasan operasional perusahaan.
Dalam agenda tersebut, tim asesor meninjau Taman Kehati dan Geosite Bulu Sipong, dua lokasi yang menjadi bagian penting dari kawasan Geopark Maros-Pangkep. Rombongan dipimpin oleh Soojae Lee dari Korea Selatan dan Xiaoping Qiu dari Tiongkok, serta disambut Direktur Operasi PT Semen Tonasa, Mochamad Alfin Zaini, bersama jajaran manajemen, unsur pemerintah, dan pemerhati lingkungan.
Mochamad Alfin Zaini menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi bisnis PT Semen Tonasa. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari capaian operasional, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan, keanekaragaman hayati, dan warisan budaya.
Ia menjelaskan, kawasan Karst Bulu Sipong, termasuk Gua Bulu Sipong yang dikenal menyimpan salah satu seni cadas figuratif tertua di dunia, memiliki nilai sejarah, ilmiah, dan peradaban yang telah diakui secara internasional. Karena itu, kawasan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilestarikan.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di kawasan karst Maros-Pangkep, PT Semen Tonasa terus memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan dan perlindungan warisan budaya.
Perusahaan juga menjadikan berbagai rekomendasi dari Council on Ethics – The Norwegian Government Pension Fund Global, hasil kajian arkeolog independen, serta masukan UNESCO dan para pemangku kepentingan sebagai acuan dalam penyempurnaan tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan pengelolaan kawasan konservasi, pengembangan Program Keanekaragaman Hayati melalui Taman Kehati, dukungan terhadap pelestarian Geosite Bulu Sipong, serta peningkatan kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya.
Selain itu, perusahaan juga meningkatkan upaya perlindungan kawasan dari potensi vandalisme melalui penguatan sistem pengamanan, disertai edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keaslian situs budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Menutup sambutannya, Mochamad Alfin Zaini menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya dan keberlanjutan industri dapat berjalan beriringan.
“PT Semen Tonasa percaya bahwa pelestarian warisan budaya dan keberlanjutan industri bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan melalui tata kelola perusahaan yang baik, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan mengedepankan aspek konservasi, transparansi, dan perbaikan berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Sustainability Roadmap PT Semen Tonasa,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan