JURNALNEWS.CO.ID – Setelah menjuarai Kejuaraan Dunia M1 pada 2019, EVOS Legends tersingkir dari Kejuaraan Dunia M2 2020 yang akan digelar pada Januari 2021. Dalam konteks ini, pelatih EVOS Legends Zeys membeberkan alasannya.

Zeys membeberkan alasan absennya M2 dari Piala Dunia lewat unggahan Insta story di akun Instagram miliknya. EVOS Legends powered by Zeys memutuskan untuk tidak mengikuti event Esports Mobile Legends ini karena ingin fokus pada M3 World Championship yang akan diadakan ditahun yang mendatang.

Disampaikan oleh Zeys EVOS Legends memutuskan untuk tidak mengikuti event Esports Mobile Legends ini karena ingin fokus pada M3 World Championship yang akan diadakan ditahun yang mendatang.

Namun naisnya Evos Legends belum dapat lolos dalam penyisihan M3 dikarenakan masalah internal. Pelatih EVOS Legends yaitu Zeys menjelaskan kondisi timnya menjadi penyebab gagalnya mereka lolos ke M3 World Championship.

Seperti yang kalian para gamers ketahui, EVOS Legends merupakan tim pertama yang berhasil meraih gelar tertinggi di Mobile Legends yaitu M1. Selain itu, mereka juga menjadi salah satu tim tersukses di Indonesia berkat juara MPL ID Season 4 dan Season 7. Sayangnya, akhir-akhir ini EVOS Legends terlihat tidak stabil bahkan bisa dikatakan sedang down. Selain itu, mereka juga tidak bisa tampil maksimal di MPL ID Season 8 sehingga tidak bisa mengikuti M3.

Tak bisa dipungkiri jika para penggemar juga penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan EVOS Legends. Untuk itu, EVOS Zeys sekaligus sang pelatih akhirnya angkat bicara soal status timnya sebagai penyebab kekalahan di M3. Hal itu disampaikan Zeys dalam video yang diposting di kanal YouTube EVOS.

Menurut Zeys, keadaan EVOS Legends di MPL ID Season 8 memang tidak harmonis. Mereka tampaknya lebih personal dalam tindakan mereka dan hanya datang ke turnamen untuk bersaing. “Di musim ini (Musim 8), saya tidak berpikir kami adalah tim yang bersatu. Ini lebih seperti menginjak satu sama lain, melakukan hal-hal terpisah dan kemudian datang ke turnamen,” kata Zeys.

Dengan kondisi seperti itu, Zeys mengatakan bahwa cara bermain EVOS Legends tidak bisa dideskripsikan secara berkelompok. Either way, dia mengakui timnya pantas kalah, tidak bisa mencapai M3 dan tidak akan bisa memenangkan turnamen. “Saya pikir kami pantas kalah. Kami tidak pantas lolos ke M3 atau memenangkan apapun (tahun ini),” lanjut Zeys. Apalagi, kondisi tersebut kemungkinan akan berlanjut di Esports President Cup 2021. Hal tersebut kembali diungkapkan sang pelatih dalam video yang sama.

“Untuk Piala Presiden, mereka tampak sedikit bersemangat di awal. Namun di Open Qualifier, kami memiliki masalah internal karena ketika mereka bermain melawan Alter Ego, mereka tidak percaya satu sama lain,” ungakap Zeys.

Demi mengembalikan performa seluruh tim tentunya akan terus ditingkatkan terutama kekompakan para pemain untuk bisa melihat mereka kembali bermain sebagai tim.

Belakang ini kompetisi skala dunia untuk game Mobile Legends digelar kembali yaitu Indonesia sebagai tuan rumah yang berlokasi di Bali dalam ajang IESF 2022 dan digelar mulai tanggal 3 – 11 Desember 2022 lalu.

Total negara yang mengikuti kompetisi ini adalah 8 negara mulai dari Malaysia, Slovenia, Argentina, Namibia, Indonesia, Vietnam, Kamboja dan juga Filipina yang bertarung dalam format Double Elimination Bracket.

Dengan Double Elimination Bracket, para peserta akan memiliki 2 kesempatan bertanding. Setelah kekalahan Indonesia di kejuaran M3 tahun lalu, kini Indonesia tidak mau lagi menerima kekalahan untuk berulang kalinya. Tim kejuaran Indonesia mengeluarkan pemain-pemain yang diwakili oleh EVOS E-sports tentunya dengan perubahan pemain dan sudah diperkuat oleh pemain-pemain yang berpengalaman yaitu terdiri dari Rachmad alias Dreams, Darrel Jovanco alias Tazz, Jabran Bagus alias Branz, Rizqi alias Saykots, dan Dalvin alias Hijumee.
Dengan pemain-pemain kejuaraan tersebut, menurut saya Zeys berhasil mengambil keputusan yang benar guna mengatasi masalah internal yang sebelumnya terjadi didalam team.

Karena keputusan Zeys pun Indoneisa berhasil membawa kemenangan melawan Argentina dan kamboja sehingga berhasil masuk ke dalam grand final dan akan melawan musuh terberat Indonesia lagi yaitu Filipina. Indonesia kembali melawan Filipina yang beranggotakan Johnmar Villaluna alias OhMyV33nus, Edward Jay Dapadap alias Edward, Kiel Calvin Q. Soriano alias Soriano, Danerie James Del Rosario alias Wise, serta Salic Alauya Imam alias Hadji. Walapun pemain pemain tersebut sangatlah kuat namun dengan team EVOS yang baru ini Indonesia berhasil meraih kemengan di kompetisi IESF 2022 dengan hadiah Juara 1 sebesar USD 50 ribu atau sekitar Rp 781 juta.

Penulis : Afrito eka kurniawan
Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang