JURNALNEWS.CO.ID — Timnas Indonesia U-23 harus mengakui ketangguhan Mali U-23 setelah takluk 0-3 pada laga uji coba yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu malam. Hasil ini menjadi sinyal penting bagi skuad Garuda Muda untuk segera berbenah menjelang agenda besar menuju SEA Games 2025.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Namun, fokus yang goyah sejak menit awal membuat Indonesia langsung mendapat hukuman. Baru lima menit laga berjalan, Selou Doucoure menyambut umpan silang dengan sundulan akurat yang menembus gawang Cahya Supriadi. Gol cepat tersebut membuat pemain Indonesia tersentak dan mencoba meningkatkan intensitas serangan.

Garuda Muda sempat memperoleh beberapa peluang melalui aksi Dony Tri, Mauro Zijlstra, Rahmat Arjuna, Ivar Jenner, hingga Rafael Struick. Tetapi penyelesaian akhir yang masih kurang tajam membuat semua kesempatan itu gagal berbuah gol.

Saat ritme permainan Indonesia mulai terbentuk, Mali kembali memberi pukulan telak. Pada menit ke-35, Wilson Samake melakukan aksi individu yang menusuk jantung pertahanan Indonesia tanpa banyak tekanan, lalu melepaskan tembakan dingin untuk membawa Mali unggul 2-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Indra Sjafri melakukan perubahan dengan memasukkan Wigi Pratama menggantikan Rahmat Arjuna yang mengalami cedera. Indonesia tampil menyerang, tetapi kokohnya pertahanan Mali membuat serangan-serangan Garuda Muda mentok di area sepertiga akhir.

Kesempatan terbaik Indonesia hadir dari tendangan bebas Dony Tri, tetapi bola masih melebar tipis di atas mistar. Di sisi lain, Mali tetap mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali membahayakan gawang Indonesia.

Di masa injury time, kesalahan antisipasi lini belakang kembali membuat Indonesia harus membayar mahal. Moulaye Haidara memanfaatkan situasi tersebut untuk menutup laga dengan skor 3-0 bagi Mali.**