BONTANG, JURNALNEWS.CO.ID — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur meninjau Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bontang, Sabtu (3/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kakanwil turut memanen 15 kilogram kacang panjang hasil budidaya warga binaan.
Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan program pembinaan kemandirian sekaligus pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Kebun SAE Lapas Bontang.
Saat berada di lokasi, Kakanwil meninjau sejumlah area budidaya, termasuk greenhouse yang digunakan untuk pengembangan tanaman melon. Tanaman tersebut kini memasuki tahap pruning atau pemangkasan sebagai bagian dari proses perawatan sebelum memasuki masa produksi.
Tanaman melon diperkirakan mulai menghasilkan buah pada bulan berikutnya. Perkembangan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya Lapas Bontang mengoptimalkan lahan melalui kegiatan pertanian produktif.
Selain greenhouse, Kakanwil melihat langsung area budidaya kacang panjang. Dalam kesempatan itu, dilakukan panen yang menghasilkan sekitar 15 kilogram kacang panjang dan selanjutnya siap didistribusikan.
Kakanwil juga meninjau keseluruhan kawasan Kebun SAE untuk melihat pengelolaan lahan dan berbagai komoditas yang dikembangkan. Dalam peninjauan tersebut, sejumlah arahan dan masukan disampaikan untuk meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan pengelolaan kebun.
Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Agus Wahono, mengatakan arahan tersebut akan ditindaklanjuti melalui evaluasi dan penguatan manajemen pengelolaan Kebun SAE melalui Seksi Kegiatan Kerja.
“Pengelolaan Kebun SAE akan terus kami optimalkan, baik dari sisi manajemen maupun produktivitasnya. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan keterampilan dan pengalaman kerja produktif bagi warga binaan,” ujar Agus.
Menurut Agus, pengembangan Kebun SAE diarahkan agar tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan bagi warga binaan. Kegiatan bercocok tanam diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja sekaligus keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.
Lapas Bontang pun berkomitmen melanjutkan pengembangan Kebun SAE melalui pengelolaan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembinaan kemandirian warga binaan serta mendukung agenda ketahanan pangan.
Dengan pengelolaan yang terus diperkuat, Kebun SAE Lapas Bontang menjadi salah satu sarana untuk mengembangkan kegiatan pertanian sekaligus menciptakan lingkungan pembinaan yang mendorong warga binaan memiliki keterampilan kerja produktif.
Iwan

Tinggalkan Balasan