Makassar, JURNALNEWS.CO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menilai Kota Makassar memiliki potensi besar untuk memperkuat posisinya sebagai mitra global dalam pengembangan ekonomi, perdagangan, investasi, dan diplomasi daerah. Penilaian tersebut disampaikan dalam Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Makassar Investment Forum 2026 yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan delegasi dari 28 negara sahabat.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru Hartanto Subolo, mengatakan Makassar bersama Sulawesi Selatan memiliki berbagai keunggulan yang dapat menjadi daya tarik bagi investor maupun mitra internasional.
> “Sulawesi Selatan benar-benar berada dalam posisi untuk menjadi mitra global yang lebih kuat bagi dunia. Ini adalah lokasi yang strategis, menggerakkan ekonomi maritim, kekuatan pertanian, infrastruktur yang berkembang, dan semangat berwirausaha yang menawarkan peluang besar bagi kerja sama internasional,” ujar Heru saat membuka Business Forum di Hotel Rinra Makassar, Rabu (24/6/2026).
Business Forum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang menghadirkan 28 delegasi negara sahabat. Kegiatan itu menjadi wadah business matching antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan calon investor guna memperluas peluang kerja sama lintas negara.
Heru mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan forum internasional tersebut. Menurutnya, sinergi yang dibangun menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
Ia menegaskan bahwa IGS 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi budaya melalui gastrodiplomasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi investasi di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pariwisata, industri kreatif, komoditas kelautan, hingga sektor-sektor strategis lainnya.
Heru juga mengajak para duta besar dan perwakilan negara sahabat untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai titik awal membangun kemitraan jangka panjang dengan Makassar.
Menurutnya, berbagai potensi ekonomi daerah perlu dieksplorasi lebih jauh agar dapat melahirkan kerja sama yang saling menguntungkan antara investor internasional, Pemerintah Kota Makassar, dan pelaku usaha lokal.
“Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi dan menjembatani berbagai peluang kerja sama tersebut melalui jaringan 131 kedutaan besar dan konsulat Indonesia di berbagai negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Heru menekankan bahwa keberhasilan diplomasi ekonomi tidak berhenti pada pelaksanaan forum semata. Yang terpenting adalah bagaimana peluang yang muncul dapat diwujudkan menjadi investasi dan kemitraan yang berkelanjutan.
Ia berharap Business Forum IGS 2026 menjadi awal lahirnya kolaborasi konkret yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas jaringan kerja sama internasional bagi Makassar dan Sulawesi Selatan.
“Pintu Sulawesi Selatan terbuka bagi dunia, dan Kementerian Luar Negeri siap membantu mengubah perkenalan hari ini menjadi kemitraan hari esok,” tutup Heru.

Tinggalkan Balasan