JURNALNEWS.CO.ID – Tim Nasional Argentina baru saja memenangkan Piala Dunia 2022 skuad asuhan Lionel Scaloni dengan mega bintang Lionel Messi mengalahkan Tim Nasional Prancis lewat adu penalti. Terdapat hal yang cukup menarik dimana skuad La Albiceleste jarang atau tidak memiliki banyak pemain berkulit hitam.
Hal tersebut menjadi sesuatu yang cukup menarik disebabkan Argentina berasal dari Amerika Latin atau Amerika Selatan. Yang dimana hampir negara-negara tetangga seperti halnya Brasil, Chile,Kolombia, Ekuador setidaknya memiliki satu pemain yang berkulit hitam di tim nasionalnya.
Dan yang menarik lagi adalah lawan tim nasional Argentina pada partai final yaitu tim nasional Prancis cukup banyak memiliki pemain berkulit hitam.
Brasil memiliki Pele, Kolombia memiliki Faustino Asprilla, dan Ekuador memiliki Agustin Delgado. Tetapi hanya Argentina yang jarang memiliki pemain berkulit hitam. Pada abad ke-16 Argentina memiliki banyak imigran yang berasal dari Afrika yang bermukim di daerah Buenos Aires yang dulunya bernama Rio De La Plata.
Para imigran dari Afrika ini datang dan bekerja sebagai petani dan pembantu rumah tangga. Yang semakin lama hampir setengah populasi Argentina dihuni oleh masyarakat Afro-Argentina.
Tim Nasional Argentina minim diperkuat oleh pesepakbola berkulit hitam dikarenakan oleh sejarah bangsa Argentina sendiri. Keberadaan masyarakat Afro-Argentina dimulai pada abad ke 16 di masa pemerintahan Viceroyalty Rio De La Plata dari hasil perdagangan budak yang dilakukan oleh bangsa Spanyol.
a. Pada awal abad ke 19, populasi rakyat Afro-Argentina cukup tinggi namun dengan seiring waktu terjadi penurunan secara drastis masyarakat berkulit hitam diantaran lain dikarenakan oleh :
2. Pada tahun 1853 terjadi kebijakan konstitusi pada negara bagian Argentina yang menyebabkan imigrasi besar-besaran tetapi masayrakat yang berasal dari uni eropa menjadi prioritas utama dan melarang kebijakan adanya ekspor budak pada tahun 1880-1950.
Pada tahun 1810 – 1818 terjadi perang kemerdekaan Argentina dimana masyarakat Afro-Argentina laki-laki berkontribusi dalam peperangan dengan jumlah yang cukup besar dengan tegiur adanya imbalan pembebesan dari status budak.
Akibat dari peperangan tersebut merenggut korban jiwa dengan jumlah yang cukup besar dari masyarakat Afro-Argentina. Sementara masyarakat wanita Afro-Argentina banyak yang melakukan pernikahan antar ras dengan masyarakat non-kulit hitam.
3. Pada tahun 1861 – 1864 terdapat wabah kolera yang diikuti wabah penyakit kuning 1871 dimana banyak warga Afro-Argentina yang selamat dari wabah kolera banyak yang hidup pada tingkat garis kemiskinan dengan akses yang minim pada fasilitas Kesehatan dan kehidupan yang lebih layak. Sementara masyarakat Afro-Argentina yang bisa untuk bertahan hidup lebih memilih berimigrasi ke negara tetangga yaitu Brazil dan Uruguay.
4. Pada Tahun 1864 – 1870 terjadi kasus yang terulang pada perang kemerdekaan Argentina yang dimana banyak merenggut korban jiwa pada masyarakat Afro-Argentina.
Tidak mengherankan lagi mengapa saat ini Argentina lebih banyak masyarakat berkulit putih dibandingkan masyarakat berkulit gelap yang berimbas pada jarangnya pemain tim nasional Argentina yang berkulit hitam. Tetapi tim nasional Argentina pada 1925 pernah memiliki pemain berkulit hitam yaitu Alejandro de Los Santos yang menjadi pemain berkulit hitam pertama yang membela La Albiceleste. Alejandro de Los Santos total hanya bermain 5 kali bagi La Albiceleste dan mampu membawa Argentina menjuarai Copa America.
Setelahnya terdapat nama Jose Manuel Ramos Delgado yang membela La Albiceleste sebanyak 25 kali pada turnamen Piala Dunia dan Copa Amerika. Lalu terdapat nama Hector Rodolfo Baley yang berposisi sebagai seorang penjaga gawang saat menjuarai Piala Dunia 1978. Meski hanya menjadi kiper cadangan dari Ubaldo Fillol yang menjadi kipper utama Argentina ketika menjuarai Piala Dunia 1978.
M. Ali Anshori (202010170311230)
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan