Makassar, JURNALNEWS.CO.ID — Sekretariat DPRD Kota Makassar menghadirkan inovasi digital melalui Sistem Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Sekretariat (SiAKSES) untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Sistem ini memungkinkan setiap transaksi yang berkaitan dengan hak keuangan anggota DPRD diinformasikan secara otomatis melalui notifikasi WhatsApp hanya dalam hitungan detik.
Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengatakan SiAKSES dikembangkan agar penerima manfaat dapat memperoleh informasi transaksi secara cepat, tepat, dan transparan tanpa perlu melakukan pengecekan manual.
“Salah satu keunggulan inovasi SiAKSES adalah memberikan informasi transaksi tepat pada saat transaksi keuangan dilakukan,” jelasnya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Andi Rahmat, sistem tersebut mengirimkan notifikasi secara real-time kepada anggota DPRD setiap kali terjadi transaksi yang berkaitan dengan hak keuangan mereka. Informasi yang diterima tidak hanya berupa pemberitahuan dana telah ditransfer, tetapi juga dilengkapi rincian pembayaran dan riwayat transaksi.
“Manfaatnya bisa langsung dirasakan saat itu juga dan tepat waktu. Misalnya hari ini ada transfer biaya perjalanan dinas kepada anggota DPRD,” katanya.
Ia menjelaskan, setelah transaksi dilakukan, anggota DPRD akan menerima notifikasi melalui WhatsApp dalam hitungan detik atau paling lambat satu menit.
“Dalam hitungan detik, atau paling lama satu menit, anggota Dewan akan menerima notifikasi dari bendahara atau keuangan Sekretariat DPRD Makassar yang menyatakan dana sudah masuk, disertai rincian biaya yang telah ditransfer,” jelasnya.
Andi Rahmat menegaskan, cakupan SiAKSES tidak hanya terbatas pada pembayaran perjalanan dinas. Seluruh hak keuangan anggota DPRD, mulai dari gaji, tunjangan, biaya perjalanan dinas hingga hak-hak keuangan lainnya, akan diinformasikan secara otomatis melalui sistem tersebut.
“Bukan hanya perjalanan dinas, tetapi seluruh hak keuangan anggota DPRD. Mulai dari gaji, tunjangan, hingga hak-hak keuangan lainnya, semuanya akan diinformasikan secara otomatis kepada penerima,” ujarnya.
Ia menyebutkan, penerapan SiAKSES merupakan bagian dari transformasi tata kelola administrasi keuangan di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Makassar agar semakin modern, efisien, transparan, dan akuntabel. Sistem ini juga memudahkan bendahara serta bagian keuangan dalam memantau transaksi secara terintegrasi dan real-time.
“Kami ingin memastikan setiap transaksi dapat diketahui secara cepat oleh penerima manfaat. Dengan sistem ini, pelayanan menjadi lebih efisien, proses administrasi lebih tertib, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Sekretariat DPRD Kota Makassar semakin kuat,” tuturnya.
Menurutnya, transparansi tidak hanya berkaitan dengan keterbukaan informasi, tetapi juga menyangkut kecepatan, ketepatan, dan kemudahan akses terhadap informasi tersebut. Karena itu, seluruh riwayat transaksi dalam SiAKSES terdokumentasi dan dapat ditelusuri apabila diperlukan untuk kepentingan monitoring maupun evaluasi.
Digitalisasi tersebut juga mendukung penerapan transaksi nontunai di lingkungan Pemerintah Kota Makassar sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus memperkuat tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Hal ini sekaligus memperkuat prinsip tertib administrasi dalam pengelolaan keuangan daerah,” terangnya.
Andi Rahmat menambahkan, pengembangan SiAKSES tidak semata-mata berorientasi pada penggunaan teknologi, melainkan untuk menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan administrasi keuangan.
“Proyek perubahan SiAKSES ini, sebagai bentuk komitmen kami di Sekretariat DPRD Makassar dalam meningkatkan pelayanan berbasis transparansi, akuntabilitas, dan teknologi,” tegasnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi pengelola keuangan maupun penerima manfaat.
“Dengan informasi transaksi yang diterima secara cepat, rinci, dan terdokumentasi, kami harapkan mampu memperkuat kepercayaan sekaligus memastikan pengelolaan hak keuangan anggota DPRD berlangsung secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” harapnya.
SiAKSES dipaparkan Andi Rahmat dalam seminar implementasi proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Makassar. Ia menjelaskan, sistem tersebut tidak memerlukan aplikasi khusus karena bekerja melalui notifikasi resmi yang dikirim langsung ke WhatsApp anggota DPRD.
“Seminar proyek perubahan ini merupakan puncak dari perjalanan kami mengikuti PKN II di LAN Makassar, insya Allah, proyek perubahan yang kami gagas dapat berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan pelayanan di Sekretariat DPRD Kota Makassar,” ungkapnya.
“Kami juga berharap inovasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan menjadi referensi bagi perangkat daerah lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Makassar,” tambah Andi Rahmat.
Ia menambahkan, melalui SiAKSES anggota DPRD kini dapat mengetahui secara rinci setiap komponen pembayaran yang diterima, termasuk biaya hotel, transportasi, representasi, dan komponen lainnya dalam perjalanan dinas.
“Dengan sistem ini, bapak dan ibu DPRD tidak perlu lagi menghubungi bendahara atau bagian keuangan untuk menanyakan komponen pembayaran yang diterima,” katanya.
“Jadi, informasi yang diterima tidak lagi berupa nominal secara keseluruhan, tetapi disampaikan secara rinci sehingga lebih mudah dipahami,” jelasnya.
Andi Rahmat memastikan SiAKSES telah mulai diterapkan di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Makassar.
“Alhamdulillah, sistem ini sudah berjalan di DPRD Kota Makassar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan