PANGKEP, JURNALNEWS.CO.ID — Petugas Puskesmas Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dibuat kebingungan oleh seorang wanita berinisial P yang mengaku menjadi korban pemerkosaan oleh sembilan pria di atas sebuah mobil.

Wanita tersebut datang ke Puskesmas Bungoro pada Sabtu (5/9/2026) siang dengan keluhan sakit pada bagian perut dan disebut mengalami pendarahan. Namun, ketika dokter dan perawat hendak melakukan pemeriksaan, wanita itu justru menangis dan menyampaikan pengakuan terkait dugaan pemerkosaan yang dialaminya.

Petugas kemudian berupaya memberikan pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi wanita tersebut sekaligus mendukung proses penanganan dugaan tindak pidana yang disampaikannya.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Wanita itu menolak menjalani pemeriksaan. Bahkan, saat berada di ruang bersalin, dia kemudian meninggalkan ruangan dan keluar dari area Puskesmas Bungoro.

Kanit Reskrim Polsek Bungoro, Ipda Agusalim, membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi, kata dia, belum dapat memastikan kebenaran pengakuan wanita tersebut karena yang bersangkutan tidak bersedia menjalani pemeriksaan medis.

“Benar, kejadian kemarin itu. Dia masuk ke ruang kamar bersalin, tetapi tidak mau diperiksa. Kemudian orang tersebut pergi dan lari keluar meninggalkan Puskesmas Bungoro,” kata Ipda Agusalim, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, wanita tersebut diduga berasal dari Kabupaten Pinrang. Kendati demikian, identitas, usia, maupun asal-usulnya belum diketahui secara pasti.

Polisi masih mendalami pengakuan mengenai dugaan pemerkosaan tersebut. Pemeriksaan medis belum dilakukan hingga wanita itu meninggalkan puskesmas sehingga aparat belum memiliki dasar yang cukup untuk memastikan kejadian yang dilaporkannya.

Selain menyelidiki pengakuan tersebut, polisi juga memperoleh informasi mengenai adanya perempuan dengan ciri-ciri serupa yang sebelumnya pernah diamankan dalam kasus berbeda.

Informasi dari anggota Resmob Pangkep menyebutkan, perempuan tersebut diduga pernah berada di sebuah rumah sakit dan mengaku sebagai korban pemerkosaan. Namun, dalam kejadian itu, perempuan tersebut disebut meninggalkan rumah sakit setelah barang milik perawat dilaporkan hilang.

“Informasi yang kami dapat dari anggota, pernah juga terjadi seperti itu di Kabupaten Takalar. Dia mengaku diperkosa, kemudian tidak mau diperiksa. Saat perawat lengah, HP atau barang milik orang hilang, kemudian dia pergi,” ungkapnya.

Meski demikian, polisi belum memastikan apakah perempuan yang datang ke Puskesmas Bungoro tersebut merupakan orang yang sama dengan perempuan dalam kejadian sebelumnya.

Agusalim mengatakan, pengakuan awal yang disampaikan perempuan tersebut adalah dirinya menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan sembilan orang di atas sebuah mobil.

“Kalau cerita awalnya, dia mengaku diperkosa sembilan orang di atas mobil. Tapi kebenarannya belum bisa dipastikan karena dia tidak mau diperiksa dan kemudian pergi,” jelasnya.

Polisi kini masih melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas perempuan tersebut sekaligus menggali informasi mengenai dugaan tindak pidana yang disampaikannya.

Aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan adanya tindak pidana pemerkosaan sebelum seluruh informasi, termasuk pemeriksaan medis dan hasil penyelidikan, diperoleh.(*)