Makassar, JURNALNEWS.CO.ID – Pemerintah Kota Makassar resmi mengukuhkan dan mengambil sumpah jabatan 47 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas definitif di lingkup Dinas Kesehatan Kota Makassar. Prosesi yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (17/6/2026).

Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar di Kota Makassar. Setelah beberapa tahun posisi kepala puskesmas diisi oleh pelaksana tugas (Plt) akibat penyesuaian regulasi dan perubahan nomenklatur jabatan, kini seluruh puskesmas kembali dipimpin pejabat definitif.

Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa kepala puskesmas memegang peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

> “Kepala Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Munafri, pengukuhan kepala puskesmas definitif memiliki makna penting karena terakhir kali pelantikan serupa dilakukan pada 2019. Ia menjelaskan, proses pengisian jabatan kali ini melalui tahapan seleksi yang panjang dan objektif.

Seleksi tersebut meliputi verifikasi administrasi, penilaian kompetensi, uji kompetensi, wawancara, hingga penilaian rekam jejak dan integritas para calon.

> “Pelantikan kepala puskesmas definitif kali ini memiliki arti yang sangat penting karena terakhir kali pengukuhan definitif dilakukan pada tahun 2019,” jelas Appi.

Ia menambahkan, proses seleksi dirancang untuk memastikan pejabat yang terpilih memiliki kemampuan manajerial, teknis, serta kepemimpinan yang dibutuhkan dalam mengelola fasilitas kesehatan tingkat pertama.

> “Dengan proses yang panjang dan selektif ini, kami berharap yang terpilih benar-benar ASN yang memiliki kompetensi manajerial, kemampuan teknis, serta kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin puskesmas,” terangnya.

Munafri menekankan bahwa fungsi puskesmas tidak hanya sebatas pelayanan pengobatan, tetapi juga sebagai pusat upaya promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mencegah munculnya berbagai penyakit.

Menurutnya, kepastian kepemimpinan di seluruh puskesmas akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar yang lebih optimal dan berkelanjutan.

> “Kepastian kepemimpinan ini sangat penting agar pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal, terukur, dan berkelanjutan,” kata Munafri.

Ia juga mengingatkan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Kota Makassar, sehingga dibutuhkan figur-figur yang kompeten untuk memimpin setiap puskesmas.

> “Makanya sangat penting menempatkan orang-orang yang kompeten pada posisi ini,” tuturnya.

Selain pelayanan kuratif, Munafri meminta seluruh kepala puskesmas aktif mendukung program prioritas pemerintah seperti percepatan penurunan stunting, pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, peningkatan sanitasi, hingga promosi kesehatan.

Ia berharap para kepala puskesmas mampu mengenali persoalan kesehatan di wilayah masing-masing dan memberikan solusi yang cepat kepada masyarakat.

> “Karena itu dibutuhkan respons yang cepat dan pelayanan yang baik mulai dari kepala puskesmas hingga seluruh perangkatnya.”

> “Ini bukan tugas biasa karena menyangkut kesehatan dan nyawa masyarakat,” sambung Appi.

Munafri juga menegaskan bahwa puskesmas merupakan bagian penting dari pembangunan kualitas sumber daya manusia sehingga dibutuhkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran.

> “Dibutuhkan komitmen, integritas, dan kepedulian yang tinggi dari seluruh jajaran puskesmas,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, seluruh camat se-Kota Makassar turut dihadirkan sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemerintah kecamatan dengan puskesmas.

> “Saya sengaja menghadirkan para camat karena mereka adalah mitra di wilayah. Kepala puskesmas dan camat harus menjadi tandem yang kuat dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” katanya.

> “Saya berharap para camat terus memberikan dukungan terhadap pengembangan pelayanan puskesmas agar masyarakat bisa terlayani dengan baik dan pembangunan kesehatan berjalan maksimal,” tambah Appi.

Munafri juga mengingatkan pentingnya pemutakhiran data tenaga kesehatan melalui Sistem Informasi SDM Kesehatan (SDMK). Menurutnya, data yang valid menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan kesehatan.

> “Data SDMK harus menjadi perhatian serius. Saya berharap seluruh kepala puskesmas memastikan validitas dan pembaruan data tenaga kesehatan di unit kerja masing-masing sehingga kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar tepat sasaran,” tuturnya.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, ia berpesan agar terus menghadirkan inovasi pelayanan, membangun budaya kerja yang melayani, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh tenaga kesehatan.

> “Saya berharap para Kepala Puskesmas menjadi motor penggerak berbagai program prioritas kesehatan, termasuk percepatan penurunan stunting, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penguatan promosi dan pencegahan kesehatan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Munafri optimistis kepemimpinan yang kuat akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Makassar.

> “Saya percaya saudara-saudara mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya demi terwujudnya masyarakat Kota Makassar yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menilai pengukuhan kepala UPT Puskesmas merupakan langkah strategis untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

> “Pengukuhan dan pengambilan sumpah/janji Kepala UPT Puskesmas ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar untuk terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Aliyah menilai keberadaan kepala puskesmas definitif akan membuat pelayanan kesehatan dasar berjalan lebih profesional, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

> “Ini juga menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Aliyah.

Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala puskesmas bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.

> “Saya berharap seluruh Kepala UPT Puskesmas dapat bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan semangat melayani, sehingga kehadiran puskesmas benar-benar menjadi garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat Makassar yang sehat dan sejahtera,” tuturnya.

Aliyah juga mengajak seluruh kepala puskesmas memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar pembangunan kesehatan berjalan lebih efektif.

> “Dengan pengukuhan kepala puskesmas definitif ini, kami berharap pelayanan kesehatan dasar semakin meningkat, program-program prioritas kesehatan dapat berjalan lebih efektif, serta dampak nyata bagi masyarakat Kota Makassar,” harapnya.

Prosesi pengukuhan dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Rahman Pina, anggota DPRD Kota Makassar, unsur Forkopimda, para camat, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Makassar.**