BONTANG, JURNALNEWS.CO.ID — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bontang menerima aspirasi masyarakat terkait pemadaman listrik dan kondisi pasokan kelistrikan di Kota Bontang dalam audiensi bersama Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) dan Forum Masyarakat Peduli Bontang (FMPB), Kamis (17/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi perwakilan masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang muncul akibat gangguan pasokan listrik. Aspirasi yang disampaikan antara lain menyangkut keandalan layanan, dampak pemadaman terhadap aktivitas warga dan dunia usaha, mekanisme kompensasi, hingga keterbukaan informasi mengenai kondisi sistem kelistrikan.

Masyarakat berharap berbagai persoalan tersebut mendapat perhatian dan tindak lanjut dari PLN sesuai dengan komitmen yang disampaikan dalam audiensi.

Menanggapi aspirasi tersebut, PLN UP3 Bontang menjelaskan bahwa sistem kelistrikan di Kota Bontang saat ini telah terhubung melalui sistem interkoneksi. Sistem tersebut diterapkan untuk memperkuat jaringan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik agar pengelolaan daya dapat dilakukan secara lebih optimal.

Meski demikian, sistem interkoneksi tersebut tengah menghadapi gangguan pada empat unit pembangkit. Kondisi itu menyebabkan kemampuan pasokan daya pada sistem mengalami penurunan.

Situasi tersebut kemudian membuat PLN harus melakukan pengaturan beban. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari pengamanan sistem agar kestabilan jaringan tetap terjaga dan risiko gangguan yang lebih luas, termasuk blackout, dapat diminimalkan.

Pengaturan beban dilakukan dengan memperhitungkan keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan listrik. Dengan demikian, sistem tetap diupayakan berada pada kondisi yang aman sembari proses penanganan gangguan dilakukan.

Manager PLN UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, mengatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat akibat kondisi kelistrikan yang terjadi.

“Kami memahami keresahan masyarakat atas kondisi kelistrikan yang terjadi. PLN UP3 Bontang menerima seluruh aspirasi yang disampaikan dan berkomitmen mengupayakan percepatan penanganan serta pemulihan sistem,” kata Luddie, Kamis (17/9/2026).

Menurut PLN, pemadaman listrik tidak hanya memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu operasional kegiatan usaha. Karena itu, perusahaan menyatakan akan terus melakukan langkah perbaikan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan kondisi kelistrikan.

PLN UP3 Bontang juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan PHM dan FMPB dalam audiensi tersebut disebut akan menjadi bahan perhatian untuk ditindaklanjuti berdasarkan kewenangan serta kondisi teknis di lapangan.

Di sisi lain, PLN terus mempercepat penanganan gangguan dan perbaikan sistem dengan melakukan koordinasi bersama pihak-pihak terkait. Upaya tersebut diarahkan untuk memulihkan pasokan sekaligus meningkatkan keandalan jaringan listrik di Kota Bontang.

PLN berharap komunikasi dengan masyarakat dapat terus berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Audiensi tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses mencari solusi bersama atas persoalan kelistrikan yang sedang dihadapi.

Dengan kondisi empat pembangkit yang masih mengalami gangguan, PLN mengupayakan pengelolaan sistem secara hati-hati agar kestabilan jaringan tetap terjaga sembari proses pemulihan dilakukan.

Editor: Iwan