BONTANG — Kapolsek Bontang Selatan, Iptu Hadi Esmoyo, menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pemerintah kecamatan untuk mencegah konflik serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengingatkan lurah dan Bhabinkamtibmas agar tidak menangani persoalan masyarakat secara sendiri-sendiri tanpa koordinasi dengan pihak terkait.
Penegasan tersebut disampaikan Esmoyo saat memimpin apel bersama bertajuk Sinergitas Polsek dan Kecamatan Bontang Selatan dalam Rangka Cipta Kondisi Kamtibmas yang Kondusif di Lapangan Apel Kecamatan Bontang Selatan, Jalan Habibon, RT 26, Kelurahan Tanjung Laut, Senin (19/10/2026) pukul 07.45 Wita.
Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, para lurah, Bhabinkamtibmas, serta aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Esmoyo mengatakan, kerja sama lintas sektor diperlukan agar setiap permasalahan dapat ditangani secara tepat, sesuai ketentuan, dan berdasarkan fakta di lapangan.
Ia meminta seluruh jajaran untuk mengedepankan koordinasi sebelum mengambil keputusan, terutama ketika menghadapi persoalan yang belum dipahami secara menyeluruh.
“Jangan bekerja sendiri. Kalau ada yang belum dipahami, koordinasikan dan tanyakan secara berjenjang kepada lurah maupun Bhabinkamtibmas agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan,” tegasnya.
Menurut Esmoyo, salah satu persoalan yang membutuhkan perhatian serius adalah sengketa pertanahan. Persoalan ini perlu ditangani dengan cermat karena berpotensi memicu perselisihan apabila tidak didukung pemeriksaan dan administrasi yang benar.
Ia meminta petugas memastikan kejelasan lokasi, batas-batas tanah, serta keterangan dari pemilik lahan yang berbatasan langsung sebelum dokumen terkait ditandatangani.
Pemeriksaan lapangan, kata dia, tidak boleh hanya mengandalkan dokumen administratif. Kondisi sebenarnya harus dipastikan agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Persoalan tanah harus benar-benar dicek di lapangan. Pastikan lokasi dan batas-batasnya jelas, jangan hanya berpatokan pada dokumen tanpa memastikan kondisi sebenarnya,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa kekeliruan dalam memeriksa administrasi maupun menandatangani dokumen penting dapat berujung pada konsekuensi hukum bagi pejabat atau petugas yang terlibat.
Selain persoalan pertanahan, Esmoyo meminta Bhabinkamtibmas meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan situasi di wilayah binaan masing-masing.
Setiap informasi, keluhan, maupun indikasi gangguan keamanan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan segera ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan pimpinan dan instansi terkait.
“Bhabinkamtibmas harus aktif dan responsif. Komunikasi jangan sampai terputus, sehingga setiap perkembangan di lapangan bisa segera diketahui dan ditangani bersama,” ujarnya.
Kapolsek yang baru sekitar satu bulan bertugas di Bontang Selatan itu menilai, hubungan kerja yang solid antara kepolisian dan pemerintah kecamatan menjadi salah satu kunci menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Dalam apel tersebut, turut hadir Wakapolsek Bontang Selatan Iptu Iwan Effendi, Camat Bontang Selatan Ahmad Effa Yuliansyah, Kanit Intel Polsek Bontang Selatan Aiptu Saiful Anas, jajaran Bhabinkamtibmas, para lurah se-Kecamatan Bontang Selatan, serta PNS/ASN di lingkungan kecamatan.
Dari enam personel Bhabinkamtibmas yang bertugas, empat orang mengikuti apel, sedangkan dua personel lainnya berhalangan hadir karena sedang menjalani lepas dinas.
Melalui kegiatan ini, Polsek dan Kecamatan Bontang Selatan berharap koordinasi antarlembaga semakin kuat. Dengan komunikasi yang terbuka dan respons cepat terhadap persoalan warga, potensi konflik dapat diantisipasi sejak dini sehingga situasi kamtibmas di wilayah Bontang Selatan tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan