Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID — Operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, memasuki hari keenam pada Kamis (22/1/2026). Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi di medan pegunungan yang terjal dan sulit dijangkau.

Pesawat ATR 42-500 diketahui jatuh pada Sabtu (17/1/2026) di kawasan pegunungan Bulusaraung. Hingga hari keenam operasi, tim SAR telah menemukan total sembilan kantong jenazah, termasuk bagian tubuh korban.

Dari sembilan korban tersebut, dua di antaranya telah berhasil diidentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI) di Post Mortem Biddokkes Polda Sulawesi Selatan dan diserahkan kepada pihak keluarga. Kedua korban tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono (33), seorang pramugari, dan Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sementara itu, enam korban lainnya yang telah ditemukan masih berada di lokasi kejadian dan dalam proses evakuasi secara bertahap. Proses evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel mengingat medan curam dan kondisi cuaca yang kerap berubah.

Pada Rabu malam (21/1/2026), tim Basarnas Makassar kembali menyerahkan tiga paket temuan berupa bagian tubuh korban dan barang pribadi ke Post Mortem DVI Biddokkes Polda Sulsel di Kota Makassar.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa istilah body part dalam laporan operasi dapat merujuk pada bagian pesawat maupun bagian tubuh korban. Ia menegaskan bahwa hingga Kamis, total sembilan paket body part telah ditemukan, sementara enam korban masih dalam proses evakuasi.