Oleh: Sudarto
Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Makassar

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggalakkan program Merdeka Belajar. Program ini bertujuan memberikan kebebasan kepada sekolah, guru, dan siswa untuk belajar secara lebih menyenangkan, sesuai minat, bakat, dan kebutuhan masing-masing.

Salah satu sekolah yang menjadi pionir implementasi program ini di Kabupaten Bone adalah SDN 24 Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sekolah ini telah menerapkan program Merdeka Belajar, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dengan cara-cara inovatif yang membuat siswa tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga menerapkan konsep Sains dalam kehidupan nyata sehingg belajar Sains semakin menyenangkan.

Implementasi Program Merdeka Belajar di SDN 24 Macanang

Secara umum, sekolah telah menjalankan empat pokok kebijakan utama program Merdeka Belajar:

(1) Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) dilakukan sesuai arahan pemerintah.
(2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun secara efisien dan berfokus pada kebutuhan siswa.
(3) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dijalankan dengan sistem zonasi, tetap fleksibel untuk mengakomodasi siswa berprestasi dan yang kurang mampu.

Selain itu, delapan program prioritas Merdeka Belajar juga diterapkan: KIP Sekolah, Digitalisasi Sekolah, Prestasi dan Penguatan Karakter, Guru Penggerak, Kurikulum Baru, Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Kampus/Sekolah Merdeka, serta Pemajuan Kebudayaan dan Bahasa.

Pembelajaran IPA yang Menyenangkan dan Bermakna

Dalam pembelajaran IPA, guru SDN 24 Macanang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menggunakan halaman sekolah sebagai sarana belajar. Hal ini sesuai dengan konsep Kampus/Sekolah Merdeka, di mana siswa bebas menggunakan berbagai sumber belajar untuk memahami materi IPA.

Selain itu, melalui program Revitalisasi Pendidikan Vokasi, siswa didorong untuk melakukan praktik langsung, misalnya membuat karya sederhana atau melakukan eksperimen sains sederhana. Hal ini menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan minat belajar Sain siswa.

Program Guru Penggerak juga diterapkan dengan cara guru memotivasi siswa, menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan, dan memastikan setiap anak terlibat aktif. Siswa dilatih untuk belajar secara mandiri namun tetap dibimbing dengan penuh perhatian.

Dampak Positif bagi Siswa

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa lebih antusias belajar IPA, mampu memahami konsep dengan lebih baik, dan menikmati proses belajar. Selain itu, program Merdeka Belajar membantu guru menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter dan kebutuhan siswa masing-masing, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih personal dan bermakna.

Harapan ke Depan

Meskipun banyak capaian positif, SDN 24 Macanang berharap adanya sosialisasi lebih intens mengenai implementasi program Merdeka Belajar agar seluruh program dapat dijalankan lebih optimal. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, sekolah ini dapat menjadi model bagi sekolah lain di Kabupaten Bone dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif berbasis Merdeka Belajar.

Penutup
Implementasi Program Merdeka Belajar di SDN 24 Macanang, khususnya untuk pembelajaran IPA, terlihat pada:

(1) Kampus Merdeka – belajar tidak hanya di kelas, halaman sekolah menjadi laboratorium alami.
(2) Revitalisasi Pendidikan Vokasi – praktik langsung menjadi fokus utama.
(3) Guru Penggerak – guru memotivasi, menyenangkan, dan melibatkan siswa secara aktif.