Pangkep, JURNALNEWA.CO.ID — Kebakaran menghanguskan satu unit rumah di Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan pada rumah milik Hamzah (45) dan Sari dengan nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.

Saat kebakaran terjadi, pemilik rumah bersama keluarganya sedang berada di luar rumah untuk menghadiri keperluan keluarga.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Hapiluddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan pemilik rumah sedang bepergian bersama keluarga untuk membawa uang pengantin.

“Pemilik rumah sedang bepergian membawa uang pengantin bersama keluarga,” kata Hapiluddin dalam keterangannya, Sabtu.

Informasi awal yang diterima petugas menyebutkan titik api diduga berada di bagian belakang lantai dua rumah panggung tersebut.

“Api diduga berasal dari arus pendek atau korsleting instalasi listrik pada setrika yang lupa dimatikan di bagian lantai dua belakang bangunan rumah panggung,” ujarnya.

Kondisi bangunan yang memiliki banyak material mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar.

“Api dengan cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar,” katanya.

Mendapat laporan kejadian, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Pangkep langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak lima unit armada dikerahkan untuk menangani kobaran api.

“Sekitar pukul 11.30 Wita petugas pemadam kebakaran Kabupaten Pangkep tiba di lokasi sebanyak lima unit untuk memadamkan api,” ujar Hapiluddin.

Petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.20 Wita.

“Sekitar pukul 12.20 Wita api berhasil dipadamkan,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, satu unit rumah mengalami kerusakan dan sejumlah surat berharga milik penghuni rumah dilaporkan ikut terdampak kebakaran.

Nilai kerugian material sementara ditaksir sekitar Rp400 juta.

Dua warga setempat, Komar (52) dan Mursida (49), tercatat sebagai saksi dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Hapiluddin mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya ketika hendak meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Ia meminta warga memastikan seluruh peralatan listrik dan sumber panas sudah dimatikan serta tidak lagi terhubung dengan aliran listrik jika tidak digunakan.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala juga dinilai penting untuk mencegah terjadinya korsleting yang berpotensi memicu kebakaran.

Sementara itu, dugaan korsleting listrik masih menjadi informasi awal berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas di lokasi. Penyebab pasti kebakaran tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.