JURNALNEWS.CO.ID – Kondisi bangunan SD Bujung Tangaya yang berada di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, kian memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat dan dinilai tidak lagi layak digunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar.
Bagian plafon di beberapa ruangan terlihat jebol. Tembok pada sejumlah titik juga mulai rapuh dan berjatuhan. Kerusakan paling parah tampak di ruang kelas 3, di mana plafon dan dinding mengalami keretakan serius yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kerusakan bangunan tersebut sudah terjadi cukup lama dan belum mendapatkan perbaikan menyeluruh. Rabu (4/3/2026),
“Sudah hampir tiga tahunan rusaknya. Dari semua ruangan, ada tujuh yang terdampak, termasuk ruang guru. Sekarang ruang guru bahkan dipakai untuk kelas 6B,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat suasana belajar menjadi tidak nyaman. Saat musim hujan tiba, kekhawatiran akan risiko runtuhnya bagian bangunan semakin besar, baik bagi siswa maupun tenaga pengajar.
Kepala SD Bujung Tangaya, Asbianti Fatahuddin, membenarkan kondisi kerusakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa bangunan sekolah telah ditaksasi oleh pihak PUPR dan saat ini tinggal menunggu proses rehabilitasi.
“Alhamdulillah sudah ditaksasi oleh PUPR. InsyaAllah tinggal menunggu rehab. Untuk waktu pengerjaan dan dananya, kami masih menunggu informasi dari Dinas Pendidikan yang memang memiliki bagian khusus menangani rehabilitasi,” jelasnya.
Asbianti menambahkan, dirinya baru menjabat sekitar dua tahun terakhir dan sejak awal bertugas, kondisi bangunan memang sudah dalam keadaan rusak.
Pihak sekolah berharap proses rehabilitasi dapat segera direalisasikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Mengingat pendidikan merupakan hak dasar anak, sudah sepatutnya fasilitas sekolah mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah demi menjamin keselamatan serta kualitas pembelajaran siswa. ***

Tinggalkan Balasan