JURNALNEWS.CO.ID – Komunikasi pemasaran merupakan komunikasi antar organisasi maupun perusahaan dalam melakukan pemasaran kepada target audien. Dalam melakukan komunikasi pemasaran dibutuhkan komunikasi yang interaktif pada pelanggan atau customer. Strategi komunikasi pemasaran dapat dilakukan dengan beberapa langkah seperti dengan melakukan periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, penjualan personal, dan pemasaran langsung.

Periklanan merupakan cara yang cukup efektif untuk menjangkau massa dari wilayah geografis yang berbeda, dengan membutuhkan sedikit biaya, produk dapat dikenali oleh pasar dalam waktu singkat. Selanjutnya pemasar dapat melakukan promosi penjualan untuk mempercepat mobilitas penjualan produk, dengan sedikit mendramatisasi harga produk, penjualan akan meningkat secara instan.

Namun, cara ini merupakan strategi jangka pendek, dan kurang efektif jika untuk membangun preferensi jangka panjang. Hubungan masyarakat dan publisitas bertujuan untuk menjangkau banyak pembeli yang cenderung menghindari iklan, untuk melakukan ini dibutuhkan berita ataupun gambar yang lebih otentik untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Selain itu, menggunakan strategi penjualan personal. Penjualan ini dinilai lebih efektif dari periklanan, karena dengan begitu, pemasar dapat menerima tanggapan langsung dari consumen. Strategi lain yang dapat dilakukan yaitu dengan pemasaran langsung, pemasaran langsung ini dapat menggunakan berbagai media, salah satunya yaitu media sosial.

Media sosial tergolong sebagai new media. Media sosial merupakan media online tempat berbagi, berpartisipasi, berjejaring sosial para penggunanya.

Media sosial didesain untuk mempermudah interaksi para pengguna berbasis teknologi internet. Dalam hal bisnis, media sosial memiliki beragam tujuan diantaranya yaitu, media sosial dapat digunakan untuk proses pemasaran), media sosial juga dapat digunakan untuk memposisikan suatu merek, media sosial juga berperan sebagai sarana komunikasi pemasar dengan konsumen, media sosial dapat meningkatkan loyalitas konsumen.

Media sosial memiliki peranan penting dalam siklus hubungan konsumen dengan perusahaan.

Terdapat tiga indikator kesuksesan penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran, yaitu

Terciptanya kesadaran konsumen akan produk yang ditawarkan, terbentuknya kepribadian, serta adanya hubungan antara konsumen dengan perusahaan.

Media sosial yang cukup popular untuk digunakan kalangan pebisnis salah satunya yaitu Instagram. Instagram memiliki banyak pengguna di dunia, bahkan tercatat pengguna Instagram di Indonesia hingga Juli 2021 sebanyak 91, 77 juta pengguna dengan kisaran usia 18-24 tahun.

Instagram merupakan salah satu media sosial yang sering digunakan oleh banyak kalangan. Selain karena fiturnya yang unik dan visual yang memukau, penggunaan Instagram juga cukup mudah bagi banyak orang.

Instagram memungkinkan pengguna untuk menggugah foto ataupun video ke dalam fitur feed dengan menggunakan filter yang tersedia, selain itu Instagram juga menyediakan fitur tag dan informasi lokasi yang memudahkan pengguna untuk melakukan pemasaran maupun brand image.

Brand image diartikan sebagai citra dari suatu merek. Citra merek, dalam proses pengembangannya perlu memiliki identitas yang jelas.

Ketidakcocokan citra merek dengan harapan konsumen akan memberikan kesempatan pesaing untuk menurunkan angka penjualan.

Citra merek ini hadir dari adanya kesadaran konsumen akan keberadaan merek tersebut di dalam pasar. Untuk membangun ingatan yang kuat customer terhadap citra merek tertentu, setidaknya produk tersebut perlu memiliki tiga unsur penting yaitu Strengthness (kekuatan), Uniqueness (keunikan), dan Favorable (Kesukaan).

Komponen brand image ini sendiri terdiri dari beberapa bagian yaitu citra pembuat, berupa persepsi konsumen terhadap pemasar, citra pemakai yang diartikan sebagai persepsi konsumen terhadap citra pemakai produk yang dipasarkan, serta citra produk yaitu persepsi konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang ditawarkan.

Brand image ini sangat erat kaitannya dengan persepsi seseorang terhadap merek tertentu, sehingga faktor psikologis sangat berpengaruh besar dalam proses terbentuknya persepsi konsumen.

Brand image ini dapat dibangun melalui media sosial dengan strategi komunikasi pemasaran yang tepat.

Betalia alvionita / Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang