Pangkep, JURNALNEWS.CO.ID — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mappasaile yang berlokasi di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), resmi menghentikan sementara operasionalnya. Penghentian dilakukan secara mendadak setelah muncul keluhan masyarakat terkait penggantian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari nasi menjadi kentang yang viral di media sosial Instagram pada 7 Februari 2026.

Kepala SPPG Mappasaile, Evi Irviyanti, membenarkan adanya penutupan sementara tersebut. Namun, ia belum dapat memberikan penjelasan detail karena masih menyelesaikan laporan internal.

“Iya pak, saat ini saya masih sedang rapat daring. Nanti saya hubungi kembali karena ada laporan yang harus saya selesaikan terlebih dahulu. Untuk penutupan, kami sudah menyampaikan klarifikasi melalui video,” ujar Evi saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (10/2/2026).

Sementara itu, Serka Imran Usman selaku Tim Pengawas SPPG Kodim 1421/Pangkep menjelaskan, keputusan penghentian operasional bukan merupakan kewenangan pihak daerah, melainkan berada di bawah otoritas Direktorat Pengawasan (Dirtawas) di tingkat pusat.

“Untuk masalah ini, penghentian operasional merupakan wewenang Direktorat Pengawasan (Dirtawas). Keputusannya adalah penutupan sementara. Kemarin juga sudah dibuatkan video klarifikasi terkait informasi yang beredar,” kata Imran, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, penutupan sementara tersebut berkaitan langsung dengan viralnya informasi mengenai menu kentang yang menggantikan nasi dalam program MBG.

“Iya, berawal dari situ. Setelah viral, koordinator wilayah melaporkan ke pusat melalui grup, lalu pihak pusat langsung menghubungi SPPG untuk meminta klarifikasi,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai kapan SPPG Mappasaile akan kembali beroperasi. Pihak pengawas menyatakan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat. Penutupan sementara ini mulai diberlakukan sejak 9 Februari 2026,” tutupnya.**