Makassar, JURNALNEWS.CO.ID – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyambut kedatangan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sabtu (11/7/2026).

Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat eliminasi kusta serta meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Usai penyambutan, rombongan melanjutkan agenda menuju Kompleks Kusta Jongaya di Jalan Dangko, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate.

Kegiatan itu turut melibatkan Sasakawa Health Foundation sebagai mitra dalam mendukung penanganan penyakit kusta di Indonesia.

Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir mendampingi, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin, Camat Tamalate Muhammad Aril Syahbani, Lurah Balang Baru Rizal Febrian Iskandar, jajaran RT/RW, serta perwakilan Kementerian Kesehatan, WHO Indonesia, Sasakawa Health Foundation, rumah sakit rujukan, Poltekkes Kemenkes Makassar, KPA Sulsel, hingga organisasi pemerhati kusta.

Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang tinggal di Kompleks Kusta Jongaya. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus memberikan semangat baru bagi Orang yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK).

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Kesehatan beserta seluruh rombongan. Kehadiran ini menjadi kehormatan sekaligus membawa harapan besar bagi warga Kompleks Jongaya,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Aliyah berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar, Kementerian Kesehatan, dan berbagai lembaga mitra dapat terus berlanjut untuk menghapus stigma terhadap penyintas kusta sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pelayanan kesehatan yang lebih inklusif.

Pada kesempatan itu, Aliyah juga memaparkan kondisi kesehatan masyarakat di Kelurahan Balang Baru. Dari total 2.806 penduduk, tidak ditemukan kasus gizi buruk, sementara empat kasus gizi kurang masih terus mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan.

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar terus mengoptimalkan berbagai program promotif dan preventif sebagai langkah menjaga kesehatan masyarakat serta memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat wilayah.

Kunjungan Menteri Kesehatan juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog bersama warga. Dalam sesi tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari akses layanan kesehatan hingga tantangan berupa stigma sosial yang masih dialami oleh penyintas kusta.

Selain itu, dijelaskan bahwa skrining kusta kini telah menjadi bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat deteksi dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan mencegah munculnya kasus baru.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Kesehatan, WHO Indonesia, Sasakawa Health Foundation, serta berbagai organisasi mitra dalam mewujudkan eliminasi kusta, menghapus stigma sosial, dan menghadirkan layanan kesehatan yang semakin merata bagi seluruh masyarakat.