Makassar, JURNALNEWS.CO.ID – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Walikota Cup 2026 di Lapangan Bola Telkom Makassar, Minggu (5/7/2026). Pembukaan ditandai dengan tendangan perdana (kick off) sekaligus tendangan ke gawang yang dilakukan Munafri sebagai simbol dimulainya kompetisi.

Turnamen ini menjadi penyelenggaraan perdana Walikota Cup pada masa kepemimpinan Munafri Arifuddin. Sebanyak 25 tim ambil bagian, terdiri dari 22 klub asal Kota Makassar dan tiga klub dari luar daerah. Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama satu bulan hingga 5 Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Walikota Cup tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar membangun pembinaan sepak bola yang berkelanjutan.

“Ini adalah Walikota Cup yang pertama. Tentu masih ada hal-hal yang akan terus kita perbaiki. Saya ingin tahun depan turnamen ini menjadi agenda yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu menilai sepak bola memiliki peran penting dalam membangun karakter, memperkuat kerja sama tim, sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi ini sebagai ajang yang mengedepankan sportivitas dan semangat persaudaraan.

“Sepak bola bukan hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga bagaimana membangun kebersamaan dan team building. Saya berharap seluruh klub, baik dari Makassar maupun luar daerah, mengikuti kompetisi ini dengan serius,” katanya.

Munafri juga menaruh perhatian besar terhadap pembinaan pemain usia muda. Menurutnya, regenerasi pesepak bola harus dimulai sejak dini melalui kompetisi yang melibatkan Sekolah Sepak Bola (SSB).

“Bahkan kami juga berharap untuk bisa menghadirkan yang namanya pertandingan kelompok umur, khususnya untuk para SSB untuk mencari bakat-bakat muda yang bisa muncul di permukaan,” pungkasnya.

Selain fokus pada pembinaan atlet, Munafri mengingatkan pentingnya profesionalisme perangkat pertandingan, terutama wasit, agar setiap laga berjalan adil dan mampu menjaga kualitas kompetisi.

Ke depan, Pemerintah Kota Makassar berencana mengembangkan Walikota Cup menjadi turnamen yang lebih besar dengan penyelenggaraan di berbagai kecamatan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi klub sekaligus membuka ruang lebih besar bagi talenta-talenta muda sepak bola daerah.

Munafri juga berencana mendorong setiap klub peserta untuk memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda sebagai bagian dari program regenerasi atlet di Makassar.

Menutup sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan olahraga, termasuk menjadikan Walikota Cup sebagai turnamen yang mampu menarik minat klub-klub dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Kami ingin Walikota Cup tidak hanya diikuti klub-klub Makassar, tetapi juga menjadi daya tarik bagi klub dari luar daerah. Walaupun Makassar sampai saat ini masih belum punya stadion, tapi insyaallah tidak akan lama lagi terwujud,” tutupnya.(*)