Makassar, JURNALNEWS.CO.ID – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di Balai Kota Makassar, Senin (6/7/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan investasi, penguatan ketahanan pangan, hingga pengembangan pertanian modern di kawasan perkotaan.
Kunjungan Menteri Pertanian disambut langsung oleh Munafri Arifuddin di ruang kerjanya. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain sama-sama memiliki perhatian terhadap pembangunan daerah, keduanya juga merupakan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas).
Munafri mengaku merasa terhormat atas kunjungan langsung Menteri Pertanian ke Balai Kota Makassar. Menurutnya, pertemuan tersebut membuka ruang diskusi yang luas mengenai berbagai peluang pengembangan Kota Makassar di masa depan.
“Pak Menteri Pertanian ini, saya sangat tersanjung. Menyempatkan waktu untuk datang ke kantor (Balai Kota), kami berdiskusi banyak hal,” ujar Munafri.
Dalam pertemuan itu, salah satu fokus utama pembahasan adalah upaya mendorong masuknya investasi berskala besar ke Kota Makassar. Munafri menilai investasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
“Pak Mentan berpikir bagaimana nilai investasi yang direncanakan bisa masuk ke Makassar. Nah, tugas kami di Pemerintah Kota memastikan seluruh regulasi mendukung setiap investasi yang akan masuk,” katanya.
Munafri menegaskan Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat melalui penyederhanaan regulasi, kepastian hukum, serta kemudahan dalam proses perizinan.
Ia juga berharap jejaring nasional maupun internasional yang dimiliki Andi Amran Sulaiman dapat menjadi peluang untuk menarik lebih banyak investor ke Makassar.
“Dengan kemampuan Pak Mentan, networking yang dimiliki, serta relasi yang sangat luas, saya berharap Pak Menteri Pertanian bisa memberikan sumbangsih terhadap peningkatan nilai investasi di Kota Makassar,” ujarnya.
Menurut Munafri, Makassar membutuhkan investasi berskala besar agar roda perekonomian daerah terus bergerak dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tahu Makassar sangat membutuhkan investasi besar untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi kota ini,” tambahnya.
Selain membahas investasi, pertemuan tersebut juga menyinggung berbagai sektor pembangunan lainnya. Munafri mengungkapkan Menteri Pertanian memberikan sejumlah gagasan mengenai pengembangan pendidikan, kesehatan, keumatan, hingga konsep pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan dan ramah lingkungan.
“Tadi, kami berdiskusi sangat luar biasa. Banyak ide yang beliau sampaikan, bagaimana fokus terhadap pembangunan pendidikan, kesehatan, keumatan, dan tentu membangun sistem pembangunan yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Munafri menilai keberhasilan menarik investasi juga harus diikuti dengan kesiapan birokrasi. Ia menegaskan seluruh perangkat daerah harus mampu menghadirkan regulasi yang tidak menghambat masuknya investor.
“Jangan sampai hanya karena hambatan birokrasi, investor membatalkan niatnya masuk ke Makassar,” tuturnya.
“Kita ingin Makassar menjadi kota yang benar-benar ramah investasi. Karena itu, regulasi harus disusun agar para investor merasa nyaman dan aman berinvestasi di Kota Makassar,” sambung Appi.
Di sektor ketahanan pangan, Munafri dan Andi Amran Sulaiman turut membahas pengembangan urban farming sebagai solusi meningkatkan produksi pangan di wilayah perkotaan. Pemerintah Kota Makassar, kata Munafri, telah mendorong pemanfaatan lahan terbatas agar tetap produktif menghasilkan komoditas pertanian.
“Makassar harus menjadi salah satu contoh bagaimana memberdayakan lahan-lahan sempit untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas,” katanya.
Ke depan, Pemkot Makassar juga berencana mengembangkan konsep pertanian modern melalui pembangunan greenhouse berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian perkotaan.
Menurut Munafri, tantangan utama saat ini adalah menyiapkan lahan yang sesuai untuk mendukung pembangunan fasilitas pertanian modern tersebut.
“Pemerintah Kota Makassar juga akan menuju ke sana. Persoalannya sekarang adalah kesiapan lahan yang akan digunakan untuk membangun greenhouse berbasis teknologi tersebut,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan