JURNALNEWS.CO.ID – Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, mengungkapkan rasa harunya atas sambutan meriah yang diterimanya selama kunjungan resmi ke Istana Kepresidenan di Bogor pada Rabu lalu.
Dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa, Erdogan menyampaikan kekagumannya terhadap persiapan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam menyambut delegasi Turkiye.
“Saya belum pernah melihat upacara penyambutan seperti ini di negara lain. Antusiasme para pelajar dan anak-anak muda di sepanjang jalanan sungguh mengesankan,” ujar Erdogan.
Ia pun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Prabowo atas keramahan yang luar biasa. Lebih lanjut, Erdogan mengundang Presiden Prabowo untuk menghadiri Forum Diplomasi Antalya yang dijadwalkan pada 11-12 April mendatang. Menurutnya, Prabowo telah menyatakan kesiapannya untuk hadir.
Sebagai balasan atas sambutan yang diterimanya, Erdogan mulai merancang penyambutan istimewa bagi Prabowo di Ankara dalam beberapa bulan ke depan. “Saya ingin menciptakan momen yang tak kalah berkesan bagi kunjungan Presiden Prabowo nanti,” tambahnya.
Erdogan menekankan pentingnya hubungan bilateral antara Turkiye dan Indonesia yang telah terjalin selama berabad-abad. Dalam pertemuan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan dari USD 3 miliar menjadi USD 5 miliar dalam waktu dekat, dengan target jangka panjang hingga USD 10 miliar.
Sejumlah kesepakatan telah ditandatangani dalam pertemuan tersebut. “Dengan 12 perjanjian yang telah kami sepakati, hubungan antara Turkiye dan Indonesia kini semakin kuat,” ujar Erdogan.
Menanggapi isu global, Presiden Erdogan mengecam rencana pengambilalihan Gaza yang disebut-sebut dalam pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Erdogan menilai tindakan semacam itu merupakan ancaman besar terhadap perdamaian dunia.
“Tidak ada yang bisa mengambil Gaza dari Palestina. Berani melakukan hal seperti itu adalah ancaman serius terhadap stabilitas global,” tegasnya.
Erdogan juga mengkritik kebijakan luar negeri Trump yang dinilainya kerap menimbulkan ketegangan di berbagai negara. Ia berharap agar negara besar seperti AS segera mengoreksi kesalahan kebijakan mereka demi terwujudnya perdamaian dunia yang lebih stabil.

Tinggalkan Balasan