JURNALNEWS.CO.ID – Generasi Muda Memiliki Pengaruh dan kewajiban untuk membawa bangsa ini maju, dikarenakan pemuda dipercaya dengan kemampuan-kemampuan mereka, apalagi di era globalisasi seperti ini. Teknologi semakin canggih, zaman semakin modern. Sudah dipastikan generasi muda lah yang mampu bertahan di era seperti ini.
Generasi muda harus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menanggapi masalah-masalah yang terjadi. Apalagi terhadap masalah-masalah yang saat ini lagi banyak diperbincangkan. Mereka harus berani mengeluarkan pendapat dan tentunya memberikan pendapat yang memiliki kualitas yang bagus. Bukan hanya asal berpendapat saja namun juga harus bisa menganalisis masalah tersebut dengan baik.
Seperti halnya yang dikatakan bapak presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno. Beliau mengatakan “Beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncangkan dunia”. Hal tersebut sudah ditegaskan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat penting terhadap bangsa. Namun, di zaman sekarang nampaknya generasi muda mulai acuh terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi. Mereka cenderung pasif dan lebih memilih diam daripada mengeluarkan pendapatnya. Padahal pendapat mereka sangatlah berharga bagi bangsa Indonesia. Apalagi di era modernisasi seperti sekarang ini, mereka cenderung memilih berdiam diri dengan gadget kesayangannya. Rasanya generasi muda mulai luntur jiwa semangatnya.
Tiap generasi memiliki musuh yang harus mereka lawan. Seperti halnya para pahlawan dahulu harus berjuang melawan penjajah dan mengusir mereka pergi dari tanah air Indonesia. Sedangkan sekarang, para generasi muda pun juga harus berperang.
Namun bukan melawan penjajah melainkan gadget. Gadget adalah musuh terbesar para generasi muda. Sifat ketergantungan terhadap gadget inilah yang dapat merusak generasi muda penerus bangsa. Memang dapat diakui dengan adanya perkembangan teknologi ini, pekerjaan menjadi lebih ringan, banyak mendapatkan informasi dengan mudah, dsb. Namun perlu diingat bahwa hal itu juga dapat berdampak buruk terhadap bangsa. Sifat acuh terhadap permasalahan, pribadi menjadi individualis. Ciri-ciri seperti inilah yang merupakan lunturnya jiwa semangat para generasi muda penerus bangsa.
Karena itulah mengapa saat ini di beberapa sekolah diterapkan pendidikan berkarakter untuk anak-anak muda. Hal tersebut bertujuan untuk melatih dan membentuk karakter para generasi muda terus berkembang melalui kegiatan-kegiatan yang telah diimplementasikan di sekolah. Misalnya seperti membiasakan diri untuk hadir tepat waktu, menumbuhkan pola pikir dan bertindak secara kreatif, memberikan kesempatan peserta didik untuk bertindak secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan orang lain, menyediakan sebuah media komunikasi untuk berekspresi untuk semua masyarakat sekolah, dan sebagainya. Tidak hanya di sekolah, dalam lingkungan masyarakat pun juga bisa menumbuhkan sikap-sikap yang dapat membantu generasi muda untuk mengembangkan karakter.
Bukan zamannya lagi untuk generasi muda bermalas-malasan atau yang biasa kita sebut rebahan. Generasi muda seharusnya tidak akan senang apabila disebut sebagai generasi rebahan. Generasi muda seharusnya memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang bisa mengembangkan diri. Misalnya seperti mengikuti organisasi-organisasi di sekitar, mengikuti kegiatan volunteer, atau yang lainnya. Generasi muda diharapkan bisa memberikan contoh kepada masyarakat dan juga bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa generasi muda bisa membangun suatu negeri menjadi lebih maju. Kekuatan generasi muda itu memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap masa depan. Oleh karena itu kita sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki kesadaran diri dan memiliki rasa cinta yang besar terhadap bangsa. Diikuti dengan keinginan untuk menjadikan bangsa lebih maju dan dapat bersaing di kancah internasional.
Anisatu Rodiah. Universitas Muhammadiyah Malang

Tinggalkan Balasan