JURNALNEWS.CO.ID – Hamas telah membebaskan empat tentara wanita Israel yang ditahan di Gaza, sementara Israel membebaskan 200 tahanan Palestina dari penjara sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri konflik lebih dari 15 bulan.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada Sabtu mengonfirmasi telah memfasilitasi pemindahan 128 tahanan Palestina ke Gaza dan Tepi Barat, sementara sisanya dikelola oleh otoritas lokal. Ini adalah pertukaran kedua yang dilakukan sejak perjanjian berlaku pada Minggu lalu.

Sebelum pembebasan tahanan Israel di Lapangan Palestina, Kota Gaza, puluhan pejuang bertopeng dari Hamas dan Jihad Islam Palestina berkumpul bersama kerumunan besar warga Palestina. Empat wanita Israel – Karina Ariev, Daniella Gilboa, Naama Levy, dan Liri Albag – digiring ke panggung, melambaikan tangan, dan tersenyum di bawah pengawasan ketat sebelum dibawa oleh kendaraan ICRC ke pasukan Israel.

Dokumen pembebasan ditandatangani oleh perwakilan ICRC dan seorang pejuang Hamas. Di sisi lain, bus yang membawa tahanan Palestina terlihat meninggalkan Penjara Militer Ofer di Tepi Barat yang diduduki. Layanan Penjara Israel mengonfirmasi bahwa semua 200 tahanan telah dibebaskan sesuai daftar yang disepakati Hamas.

Kedua pembebasan ini disambut sorak-sorai warga Palestina di Ramallah, Tepi Barat, dan warga Israel di Tel Aviv.

Keempat tentara Israel tersebut termasuk di antara lebih dari 200 tentara dan warga sipil yang diculik dalam serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan setidaknya 1.139 orang menurut data Al Jazeera berdasarkan statistik Israel.

Sebagai balasan, Israel melancarkan perang yang menewaskan lebih dari 47.283 orang di Gaza, menurut otoritas kesehatan Palestina, serta menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil di wilayah tersebut.

Sumber: aljazeera

Editor: (Mailo)